Kadang memang jauh lebih mudah untuk mengusahakan dan melakukan sesuatu saat kita tahu kapan saat terakhir kita bisa melakukannya. Selama kita berpikir masih ada hari esok, masih ada kesempatan lain, masih ada banyak waktu dan sejenisnya, maka selama itu pula kita akan menunda - nunda untuk melakukan apa yang bisa kita lakukan sekarang.
Seringkali saya punya banyak ide dan pemikiran tentang banyak hal. Namun seringkali juga saya menunda - nunda dan mengesampingkan ide dan pemikiran tersebut, meskipun kebanyakan dari penundaan itu disebabkan karena saya merasa kurang cukup waktu dan kesempatan untuk mewujudkannya. Sampai tiba hari di mana saya menyaksikan atau menemukan bahwa ide - ide dan pemikiran tersebut telah diwujudkan oleh orang lain, dan saat itu barulah sedikit penyesalan menghampiri saya.
Bukan, bukan tentang kesuksesan atau kegagalan dari perwujudan ide dan pemikiran tersebut yang membuat saya sedikit menyesal. Melainkan hilangnya satu lagi kesempatan saya untuk bisa menghasilkan sesuatu dan mewujudkan impian, ide, atau pemikiran saya dalam bentuk nyata, itu yang membuat saya sedikit menyesal.
Mereka yang pernah berusaha mewujudkan ide dan pemikiran atau cita - citanya sendiri, pasti mengerti apa yang saya maksud. Ada energi yang luar biasa besar, semangat, rasa tak kenal lelah, dan tentu saja rasa gembira dan bangga yang luar biasa hebatnya saat kita berhasil mewujudkan sesuatu yang kita inginkan, secara nyata.
Saat saya berhasil membuka perpustakaan kecil sewaktu berusia 6 tahun, tidak perduli apa yang orang lain pikirkan, saya merasa amat bahagia dan amat bangga. Saat saya berhasil menggambar sebuah sumur yang terlihat hidup dan nyata sewaktu berusia 9 tahun, tidak perduli bagaimana menurut orang lain, saya merasa amat senang dan bersemangat seolah saya bisa menggambar apapun yang saya inginkan, dan memang benar demikian. Pada kenyatannya, gambar sumur itu yg membuat saya begitu mencintai kertas dan pencil di kemudian hari.
Masih ada banyak lagi pencapaian - pencapaian yang mungkin kecil bagi orang lain, tapi sungguh, maknanya sangat besar untuk diri saya sendiri. Satu yang saya ingat, semuanya tidak dimulai dari perencanaan yang tangguh, modal yang besar, kemampuan yang tinggi, dan berbagai hal sejenis lainnya yang seringkali menghambat langkah saya sekarang ini untuk mewujudkan sesuatu. Satu - satunya yang saya butuhkan waktu itu hanyalah "Sekarang, atau tidak sama sekali".
Orang - orang bilang, semakin dewasa manusia akan menjadi semakin bijak dan berhati - hati dalam melangkah. Mungkin itu benar, tapi saya sendiri merasa semakin dewasa justru semakin banyak ketakutan tidak penting yang membelenggu. Saya serasa kehilangan keberanian untuk menerjang segala hal, sebagaimana yang saya lakukan dulu. Mungkin orang akan bilang "kamu sudah di posisi aman dan nyaman" dan mungkin itu benar. Tapi saya menemukan banyak orang yang meskipun belum aman dan nyaman, tetap tak memiliki keberanian untuk mewujudkan ide dan pemikiran yang mereka miliki. Jadi saya rasa, bukan di situ masalah utamanya, melainkan terletak pada keberanian dan keinginan untuk mencoba hal - hal baru yang dimiliki oleh setiap orang.
Tidak ada orang yang tidak takut melakukan kesalahan dan gagal. Tidak ada orang yang tidak takut harapannya tidak terwujud. Tidak ada orang yang tidak takut sakit. Dan tidak ada orang yang tidak mengharapkan hasil sebagaimana yang diinginkan, sesuai dengan usaha yang telah diberikannya. Semua orang takut sesuatu yang sia - sia. Takut susah, takut kecewa, takut sedih, dan sebagainya. Semua orang sama, begitupun saya.
Saya sangat paham arti kemenangan dan keberhasilan. Saya juga mengerti apabila medali emas tidak penting, maka tidak perlu ada pertandingan. Begitu juga dengan sesuatu yang sia - sia, saya sangat tahu seperti apa rasanya itu. Dan saya rasa, meskipun saya berusaha melawannya, saya juga masih sedikit takut dengan semua itu.
Tapi setelah saya pikir - pikir dan renungkan, rasanya semua rasa itu tidak ada artinya dibandingkan rasa penyesalan karena tidak berusaha dan tidak mencoba. Bukan karena semua rasa itu tidak sesakit itu. Semua rasa dan ketakutan yang saya sebut tadi betul - betul seburuk itu rasanya. Tapi penyesalan jauh lebih buruk, karena saya tidak bisa memutar balik waktu. Penyesalan datang setelah semuanya berlalu, dan saya tidak memiliki daya upaya apapun untuk dapat mengembalikan atau minimal menggantikannya. Sementara semua rasa dan ketakutan yang saya sebut tadi, selalu bisa diganti dan bisa dilewati seiring berjalannya waktu.
Karenanya saya putuskan, tidak akan ada penyesalan apapun lagi dalam hidup ini. Sekarang atau tidak sama sekali. Mulai sekarang, setiap hal yang saya inginkan akan saya capai. Setiap ide dan pemikiran yang saya miliki akan saya wujudkan. Setiap hal yang saya ingin lakukan, akan saya lakukan. Dan semua ketidakmampuan serta ketakutan saya akan segala yang saya anggap tidak bisa, akan saya patahkan.
Sekarang, atau tidak sama sekali! Live to the fullest!
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kalau jatuh, ya bangun.
Kalau salah, ya minta maaf.
Kalau sedih, ya menangis.
Kalau bahagia, ya tertawa.
Kalau gagal, ya coba lagi!
Kenapa harus bingung?