"Memangnya kalau gue pakai gaun Doo Ri ini gue jadi beda, Vil? Trus apa gue jadi sekeren seleb Hollywood gitu? Ato mirip - mirip Lindsay Lohan mungkin?" Yang bertanya adalah seorang fashionista dengan koleksi pakaian bertabur brand dan bahkan gaun tidurnya pun berlabel.
"Is this a tricky question?" tanya gue sambil mengangkat sebelah alis. Dan dia tertawa terbahak - bahak.
"Enggak kok Vil. Gue cuma mau nanya pendapat loe aja. So, apa jawaban loe?" jawabnya masih sambil senyum - senyum dan bercermin.
"Well, frankly,...enggak sih." gue jawab dengan terus terang. Dan lagi - lagi dia tertawa terbahak - bahak.
"Kenapa enggak?" masih dengan sisa tawanya. "Karena Lindsay Lohan jelek? And too bad you are not in Hollywood, dear." jawab gue males. Ya, dia terbahak - bahak lagi. Kali ini tambah kencang. Sampai pegawai butiknya nengok.
"Hahaha....alesan yang bagus." "Bagus?" "Yup. Diplomatis seperti biasa." "Diplomatis?" "Gak kampungan dengan mention masalah harga, gak sok fashionable dengan menyebut desainer lain yang lebih bagus atau sok gak tertarik, and pastinya gak ngejilat dengan bilang gue cocok pake apa aja." "...hm..." "Pernah terpikir buat jadi diplomat? Mungkin kalo elo yg berdiplomasi, Timor Timur waktu itu ga lepas ya?" Kali ini dia ngomong sambil berputar - putar lagi di depan cermin. 15 menit sudah dia muter2 ga jelas begitu.
"Gak niat." "I see. Trus menurut loe, apa yang membuat gue harus mempertimbangkan untuk membeli gaun ini atau ga?" "Karena loe dah bercermin dan berputar - putar ga jelas selama lebih dari 15 menit dengan gaun itu? And you know what, ternyata sampai sekarang pun loe masih bercermin dan berputar - putar gak jelas bikin gue pusing." Kali ini tawanya ga bisa di deskripsikan lagi dengan kata - kata.
Sadis. Cantik2 ketawanya luber. Tapi sepertinya memang orang2 di butik ini udah terbiasa dengan kelakuan dia itu.
"Ok ok, I get it. Gue beli gaun ini. Karena gue suka ya. Bukan karena brand nya ataupun karena gue emang lebih cantik dari Lindsay." "Yea, kayak gue diuntungin aja dengan loe beli gaun itu. Lagian, penting ya bangga karena lebih cantik dari Lindsay?" "Enggak sih. Tapi itu kan image yang mereka mau gue dapatkan setelah memakai gaun yang sama dengan yang dipakai Lindsay?" "Emang Lindsay pernah pake gaun Doo ri?" "They said so." "Show me the proof." "Ask them."
Setelah ditanya ke pegawainya, jawabannya cuma tentang foto di fashion spread majalah A, B, C dll dan deretan nama - nama selebritis yang sudah mengenakan label tersebut. Tapi fotonya tetap tidak ada. Dan tentu saja dilanjutkan dengan "Ini koleksi eksklusif kami lho. Lagipula, nona cantik lho pakai gaun ini. Terlihat berkelas sekali. Cocok dengan kulit nona yang putih." Kali ini gue yang tertawa terbahak - bahak, sementara dia memutarkan bola mata dengan tampang bete ke arah mbak - mbak yang melayani.
"Trus, jadi diambil tuh gaun?" gue ngelirik ke arah gaun yang dipakai muter - muter tadi. "Jadi." "Biarpun Lindsay ga make?" "Iya." "Yakin?" "Banget." "Kok tumben?" "Iya. Biar gue bisa foto and suruh mbak - mbak nya kasih ke pemilik butiknya buat dikasih ke Linday." jawabnya dengan nada agak sebal. Kali ini, gue lagi yang ketawa walaupun ga pake luber.
Dan dia bener - bener foto pake cameranya, langsung cuci cetak kilat, and fotonya dikasih ke butik itu, beserta tanda tangan and cap bibirnya. Hahahaha.......
"Itu,.....bener banget!" katanya sambil nunjuk salah satu tulisan yang terpampang di papan - papan penutup toko - toko yang belum buka, yang isinya kira - kira berbunyi.."orang - orang yang mengatakan uang tidak dapat memberikan kebahagiaan, simply tidak tahu harus berbelanja di mana." "Shopping itu yg penting fun!!" Sambil ngomong, sambil menjinjing beberapa kantong belanja, sambil berjalan ke arah butik di depannya. Gue yang denger ketawa - ketawa sambil jalan santai hanya membawa tas biasa dan tas laptop gue.
I'm not shopping, and yet I still have so much fun. ;)
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Hehehe...intinya, belilah sesuatu kalo loe bener - bener suka. Ga ada pentingnya itu buatan siapa, dipakai siapa, atau dari mana. And again, fun is not about money or shopping. :) Hihihi......
 | Hehehe...intinya, belilah sesuatu kalo loe bener - bener suka. Ga ada pentingnya itu buatan siapa, dipakai siapa, atau dari mana. And again, fun is not about money or shopping. :) Hihihi......  benerrrrr... setujuuuuu... nice story... :) tapi apakah kaum socialité itu totally brand minded? kalo gue, ada beberapa item tertentu yang brand minded, ga harus spesifik merknya apa, tp ya gitu deh.. kita ga bisa memungkiri kalo harga ga pernah bohong  |
 | hahahhaha sumpah lucu bgt vil! =P |
 | kynya ini terjadi d butik keren yg namanya sama spt nama batu semi-mulia itu? hohohoh ;P |
 | Wadohhhhh...udah nambah berapa mall n plaza lagi nih Jakarta??? Kayanya ada beberapa nama baru? Gw sendiri setipe ma loe Vil...beli karena cocok, kalo pun cari branded..lebih karena kualitas. |
Comment deleted at the request of the author.
 | denger2x jg bakal banjir makin byk brand lagi, ky Moschino n Max Mara yg will be back here. Org sini apa ya yg ga bisa dibeli hahaha |
| |