Dunia ini semakin tua. Mungkin itu juga sebabnya manusia yang hidup di dalamnya menjadi semakin kekanak - kanakan.
Satu sama lain saling menghitung, takut kalau - kalau jumlah yang lain lebih unggul dari jumlahnya. Padahal bertambah jumlahnya pun tak berarti kinerja pihaknya menjadi lebih maksimal. Satu sama lain saling berebut, berusaha menjadikan seluruh dunia ini menjadi satu keyakinan, satu pandangan, satu ragam, sama seperti produk massal dari pabrikan, dengan beragam alasan yang diamini dan diyakini meski terkadang amat manipulatif.
Tanpa perbedaan, apa guna manusia?
Tanpa perbedaan, di mana letak kedewasaan?
Dunia tanpa perbedaan, di mana keindahannya?
Setelah segalanya menjadi sama, seragam, dan sejenis.., di mana Tuhan berada?
Menyeragamkan perbedaan manusia atas nama apapun,
apa bedanya dengan 'membunuh' Tuhan?
Menghindari dan menolak perbedaan manusia atas nama apapun,
apa bedanya dengan menafikan keberadaan Tuhan?
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Siapakah sebetulnya yang berusaha kau lampaui?