Punya mimpi dan cita - cita besar di jaman sekarang ini bukan hal yang mudah. Saat kebanyakan orang memfokuskan pada hal sehari - hari, memupuskan dan berkompromi dengan mimpi - mimpi mereka perlahan atas nama realitas, punya cita - cita dan mimpi yang besar jadi sebuah hal yang sulit dilakukan. Terlebih lagi saat berusaha mengejar dan menjadikannya sebagai sebuah kenyataan, percaya deh itu jauh lebih sulit lagi. Karenanya amat sangat menyenangkan bisa bertemu dan berbicara dengan orang - orang yang bukan hanya memiliki impian yang besar, tapi juga berusaha mencapainya.
Tadi malam, saya ngobrol dengan salah seorang sahabat baik saya. Kami sedang merunut balik perjalanan yang sudah kami lalui. Meskipun terasa singkat, namun ternyata sudah ada begitu banyak hal yang kami lalui, dan ada begitu banyak pelajaran berharga yang kami kumpulkan. Tapi satu hal yang kami temukan sangat menarik dan membuat kami tersenyum - senyum sendiri adalah, ternyata apa yang kami capai hingga sekarang ini merupakan apa yang kami katakan sebagai keinginan kami di masa lampau. Semuanya hanya berawal dari "saya ingin begini", "saya ingin memiliki ini", "saya ingin bisa begini", "saya ingin melakukan ini", dan lainnya.
Kami berpikir, bagaimana seandainya waktu itu masing - masing dari kami mengatakan pada diri sendiri bahwa semua yang kami inginkan itu tidak mungkin tercapai, atau bahwa semua itu tidak penting untuk dipikirkan, bahwa semua itu hanya keinginan semata, dan tidak berusaha untuk mencobanya sama sekali. Bagaimana kalau kami mengatakan pada diri sendiri "hal - hal yang kecil lainnya saja belum terurus, bagaimana mau mencoba yang lain?", hingga akhirnya menghentikan kami mencoba segala kemungkinan dan berhenti memiliki keinginan yang lainnya?
Orang - orang berkata bahwa manusia adalah makhluk yang tanpa batas. Seberapa jauh dan seberapa besar yang kita inginkan, sejauh dan sebesar itu juga kita akan menjadi. Tapi menurutku bukan hanya tentang seberapa besar dan seberapa jauh yang kita inginkan, melainkan seberapa besar dan seberapa jauh yang BERANI kita inginkan. Tanpa keberanian untuk bermimpi, tidak akan ada mimpi itu. Tanpa adanya mimpi itu, bagaimana mungkin mewujudkannya?
Memiliki impian itu murah meriah. Tidak perlu biaya apapun. Dan meskipun
a dreamer is just a step away from a looser itu juga berarti a step away from a winner. Karenanya keberanian untuk memiliki impian dan mengejarnya, jangan pernah diterlantarkan. Hampir semua hal besar berawal dari keinginan kecil, bukan? Dan meskipun apa yang kami capai hingga sekarang ini adalah sesuatu yang kecil di mata dunia, tapi mungkin hidup kami tidak akan pernah lebih puas dari sekarang, saat kami tahu kami bisa mencapai dan melampaui apa yang kami kira tidak bisa.
Saat kami akan beranjak bangun dari tempat duduk, tiba - tiba anak sahabat saya yang berusia 4 tahun berkata pada mamanya itu dengan mata berbinar - binar, "Mama, nanti kalo aku udah gede, aku mau bikin mobil yang bisa terbang!" Aku dan sahabatku saling memandang dan tersenyum penuh makna, lalu dia bertanya pada anaknya, "Bagaimana caranya, sayang?" Anaknya pun menjawab, "Nanti kan aku belajar biar pinter terus bikin mobilnya pake pesawat!" Sahabat saya pun tersenyum dan seperti biasa, berkata, "Pinter. Kamu pasti bisa bikin mobil yang bisa terbang, sayang."
Anaknya tertawa senang dan menggandeng lenganku dan lengan sahabatku. Keluar dari cafe tersebut, anak itu lanjut bertanya pada kami, "Kalau mama sama tante, kalo udah gede nanti mau bikin apa?"
Aku dan sahabatku tertawa, lalu aku menjawabnya, "Hmm.....nanti ya, kasih tante waktu beberapa hari untuk berpikir. Nanti kita ketemu lagi, makan ice cream lagi, trus tante ceritain deh tante mau bikin apa. Ok?"
Sepertinya aku akan benar - benar memikirkan akan membuat apa lagi kalau aku sudah lebih gede nanti. :) Hehehe......
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
"
Tugas manusia adalah memiliki impian dan mencari cara mewujudkannya, karena peradaban manusia bergantung darinya. Melakukan rutinitas dan hal kecil yang sama berulang - ulang adalah tugas robot." Mengutip kalimat seorang sahabatku yang lain, Pierre.
Sebuah catatan pengingat diri, agar selalu tetap memiliki impian.