yufie
Salam kenal..
Sedikit pertanyaan, tp sdikit penting bwat saya.
Ramai2 org membicarakan tentang fenomena global warming. Kalau tema tsb, alam dan teman2nya diaplikasikan dlm koleksi busana, ramai2 pula para designer memproklamirkan fashion eco-friendly. Which is sepertinya sangat mahal & kompleks utk diaplikasikan oleh para desainer lokal, independent pula. Jadi fashion ec0-friendly versi yg seperti apa yg bisa kita aplikasi dengan sederhana..
thx..
vilia
Salam kenal juga Yufie.
Wah pertanyaan yang bagus. :) Memang benar kalau sebuah koleksi dibuat secara eco friendly, cost nya lebih besar daripada yang biasa. Pertama, mulai dari penanaman tumbuhan kapas yang dilakukan tanpa pestisida, kontrol kualitas, dan lainnya sudah membuat harga menjadi lebih tinggi. Ditambah proses produksi yang serba natural, tentunya jauh lebih tinggi costnya dibandingkan tidak secara eco friendly. Namun hal tersebut Memang sedang menjadi perhatian dunia dan layak untuk diperjuangkan demi kepentingan bersama.
Cara termudah untuk ber-fashion secara eco friendly adalah dengan menggunakan eco fashion itu sendiri. Misalnya dengan mendaur ulang pakaian lama menjadi pakaian baru. Menggabungkan dua t-shirt menjadi satu dengan style yang berbeda. Menambah guna produk yang sudah lama dan tidak terpakai. Itu cara yang paling mudah dan paling murah, yaitu dengan menggunakan kreatifitas masing - masing.
Di UK dan US sudah dikenal profesi sebagai T-shirt Architect, di mana mereka bekerja untuk merombak dan merancang ulang t-shirt bekas. Apabila Yufie pernah mengetahui show bernama Diva on a Dime (dulu di JakTV, skrg entah masih ada atau tidak. Mungkin bisa cari di YouTube), Yufie bisa lihat betapa pakaian bekas bisa di daur ulang menjadi begitu bagusnya.
Untuk para desainer lokal, adalah dengan memperhatikan packaging produk. Sebagai salah satu pemilik usaha fashion, saya sendiri mendapatkan kendala dari segi packaging produk pengganti plastik, dan masih mencari solusi terbaiknya.
Selain itu, tentunya Yufie mungkin bisa menggunakan bahan - bahan daur ulang pada koleksi Yufie. Seperti contohnya penggunaan tutup botol, seperti yg ditampilkan di beberapa artikel di bawah ini:
I Am a Plactic Bag!
Green is Glam
Recycled Jewel
a(more) Bottle Cap(s)
Ecoist - The Fashionable and Eco Friendly Bag
Untuk artikel penjelasan tambahan tentang green and eco fashion, bisa di lihat di : Organic dan Eco Fashion
Rika Riskawati
hai,
berbicara tentang eco fashion, aku meneruskan pertanyaan dari yufie nie...
apakah memungkinkan tidak tema seperti eco fashion itu dijadikan suatu tema tuk di jadikan koleksi, apakah dari segi fabric, design, colour yang bisa dijadikan panutan atau mewakili si tema tersebut.
Sebenarnya tema eco fashion inie awalnya dari idenya dari mengangkat tema dunia global warming. Apakah bisa dijadikan suatu koleksi pakaian...
best regrads,
reika
vilia
Hi juga Rika. :)
Menurut saya pribadi, sangat mungkin untuk menjadikan eco fashion sebagai suatu tema tertentu dalam sebuah koleksi. Baik dari segi fabric, design, color, maupun secara keseluruhan hingga ke aspek terpenting yaitu fungsinya.
Desainer Indonesia, Ramadani sudah menggunakan batik daur ulang yang di proses secara eco fashion untuk salah satu koleksinya beberapa waktu yang lalu.
Untuk tema, tema global warming sendiri sudah merupakan suatu tema yang sangat kuat dan sangat dikenal luas. Tinggal bagaimana mengintepretasikannya dengan kreativitas dalam bentuk produk fashion yang mampu meningkatkan awareness sekaligus berfungsi sebagai pendukung dari eco fashion itu sendiri.
Beberapa waktu yang lalu, saya sempat ngobrol banyak dengan beberapa desainer luar dan desainer lokal, maupun pengembang - pengembang industri di event Bali Fashion Week VII, dan saya sependapat dengan mereka: kebanyakan desainer dan industri mode sekarang ini terlalu mementingkan desain dan packaging serta menjual mimpi dan ilusi, tanpa memperhatikan fungsionalitasnya. Padahal aspek utama yang harus diusung adalah fungsionalitas itu sendiri, karena implementasi setiap ide baru akan bisa berarti saat itu berfungsi dengan sebagaimana mestinya.
Jadi, jangan lupakan sisi fungsi terutama untuk eco fashion ini, karena yang dibutuhkan adalah tindakan nyata, bukan sekedar idealisme yang di komersialisasi. :) Itu menurut saya pribadi. Yang lain mungkin ada masukan yg lainnya?
