Seorang member di
Fasity.Com sedang akan membuat skripsi tentang Eco-Fashion. Saya pikir informasi yang saya bagi di sana, mungkin akan berguna juga untuk teman - teman lainnya di sini. Bagaimanapun ethical fashion dan eco fashion sangat perlu untuk diketahui dan didukung oleh semua pihak, bukan?
Terima kasih sekali, apabila ada yang ingin dan bisa menambahkan informasi. Saya rasa dia akan senang mendapatkan lebih banyak informasi dan nara sumber untuk skripsinya tersebut.
-Vilia-
---------------------------------------------------------------------------
Berikut Link artikel tsb:
http://www.fasity.com/node/844Paun, maaf baru membalas sekarang. Baru sadar kalau ada reply dari Paun. :)
Pada dasarnya eco fashion merupakan perwujudan dari sebuah kesadaran akan tanggung jawab yang dimiliki setiap pengguna fashion, baik itu adalah pecinta, pelaku, maupun mereka yang tidak termasuk keduanya. Mengapa begitu? Karena semua manusia, suka atau tidak suka, akan menggunakan dan bersinggungan dengan fashion sepanjang hidupnya.
Yang berbeda di sini adalah kapasitas yang bisa dilakukan oleh setiap pihak. Sebagai contoh, para desainer mungkin bisa memacu kreativitas mereka untuk memproduksi dan membuat eco - fashion menjadi jauh lebih menarik, sehingga mampu menggerakkan keinginan konsumen untuk memilih produk - produk eco-fashion tersebut. Para pelaku industri textil bisa mulai memikirkan dan mengutamakan untuk membuat textil secara organic. Para penulis fashion bisa mulai mengedukasi dan menginformasikan mengenai keberadaan eco - fashion dan mengapa harus mulai memilih eco - fashion kepada para konsumennya. Kemudian para customer bisa mulai memilih untuk membeli dari para desainer dan pengusaha yang mengutamakan eco - fashion dalam pemrosesan dan produksi karyanya, sehingga para desainer dan produsen lainnya juga mau tidak mau harus mengikuti selera pasar atau mati.
Jadi kepentingan akan eco-fashion bukan hanya ada di satu pundak saja, melainkan ada di pundak setiap orang dan harus berjalan sebagai satu kesatuan yang semakin meluas. Eco-fashion bukanlah sebuah tren, melainkan sebuah pilihan yang suka atau tidak suka, harus dibuat.
Apabila Indonesia belum terlalu mengenal eco-fashion, maka seluruh pihak yang ada harus mengedukasi Indonesia, bahkan dunia, tentang itu. Bukan hanya desainer atau pecinta fashion saja, melainkan termasuk media - media informasi yang ada, dan setiap elemen masyarakat. Seperti yg saya katakan tadi, bahwa setiap orang suka atau tidak suka akan bersinggungan dengan fashion setiap harinya.
Bahkan masyarakat umum pun bisa mendukung eco-fashion dengan menciptakan daya guna baru dari sebuah celana jeans, menciptakan model kaos baru dari kaos - kaos yang sudah tidak terpakai, hingga yang termudah sekalipun, yaitu menggunakan deterjen ramah lingkungan dan mengatur sirkulasi pencucian pakaian, sprei, dll yang berhubungan dengan fashion.
Namun jangan lupa, pilihan yang ada bukan hanya eco - fashion. Eco -fashion hanyalah salah satu pilihan yang tersedia dari rangkaian ethical fashion yang sebetulnya telah cukup lama di dengungkan dunia. Eco-fashion tidak akan ada artinya tanpa pengembangan organic fashion untuk masa depan. Eco-fashion hanya membantu meminimalisasi efek yang ada sekarang ini, ibaratnya daripada tidak ada tindakan lain, tindakan ini bisa dilakukan sekarang. Namun organic fashion adalah kunci perbaikan untuk masa depan, Meskipun jauh lebih rumit dan lebih membutuhkan banyak biaya, organic fashion sangat penting untuk diusahakan keberadaannya secara luas.
Setali dengan eco-fashion dan organic fashion, ada fair trade yang mungkin sudah lebih dikenal terlebih dahulu. Organic fashion nantinya akan memerlukan biaya tinggi, baik dalam pemrosesan bahan baku seperti kapasnya, dan berbagai proses research lainnya yang tentunya akan bersinggungan erat dengan harga jual dan daya beli masyarakat. Di sini fair trade akan sangat berperan besar bagi keberlangsungan dan keadilan dari perputaran fashion itu sendiri.
Pada dasarnya issue yang ada sekarang ini kalau ingin ditelaah lebih jauh bukan lagi sekedar global warming, melainkan adalah ethical fashion. Di mana kita memperlakukan dan meletakkan fashion bukan lagi pada sisi glamor dan penjualannya saja, melainkan mengembalikan juga fungsi asal fashion sebagai salah satu kebutuhan dasar manusia, demi kelangsungan hidup manusia. Kita memperlakukan fashion dengan penuh etika.
Tidak menginjak - injak harkat hidup orang lain dengan membeli secara murah hingga menekan hidup para petani kapas, tidak mengeksploitasi hidup orang lain terutama anak - anak di bawah umur untuk memproduksi dengan harga murah, tidak memperbudak manusia dengan mempekerjakan imigran - imigran gelap untuk memproduksi dengan harga rendah, tidak membahayakan harkat hidup orang banyak dengan pencemaran yang amat sangat berlebihan, tidak menginjak - injak harkat hidup binatang sesama ciptaan Tuhan dengan menguliti mereka demi kepentingan mantel bulu dan lainnya yang sesaat, tidak menutup mata akan apa yang terjadi pada dunia dan kehidupan manusia lainnya seperti bencana alam di seluruh dunia yang disebabkan global warming, tidak meniru dan mengakui hasil karya dan budaya orang lain sebagai milik kita karena akan menghilangkan jati diri dan keragaman budaya serta sejarah yang tercipta, dan berbagai tindakan dan etika lainnya yang sangat penting untuk didukung dan dilakukan.
Itu semua adalah sedikit contoh dari apa yang bisa dilakukan oleh masyarakat dan komunitas fashion untuk sebuah dunia yang lebih baik. Memang sudah saatnya kita memperlakukan fashion dengan lebih beretika kan? Lagipula apabila ingin dilihat lebih jauh, semua hal itu adalah hal - hal dasar yang membuat manusia menjadi manusia yang sesungguhnya, berharkat dan bermartabat.
Maaf ya penjelasannya jadi panjang, saya berusaha memberikan gambaran secara lebih luas tentang apa yang sebetulnya ada di belakang eco-fashion dan fenomenanya. Karena tanpa mengerti secara keseluruhannya, akan sulit untuk betul - betul mengklasifikasikan dan memahami apa dan mengapa eco - fashion perlu dilakukan.
Kira - kira begitu, Paun. Moga2 sedikit info ini berguna untuk kita semua ya. Saya pribadi pun terus terang masih dalam tahap belajar dan mencari tahu sekaligus mencari cara untuk mengimplementasikan semuanya sejauh kapasitas yang saya mampu. Jadi apabila ada kekurangan dalam informasi ini atau ada tambahan lainnya, silahkan ditambahkan ya teman - teman.
Oh ya, beberapa minggu yang lalu kebetulan saya juga diminta memberikan masukan sebagai narasumber mengenai Eco-Fashion oleh Reza (thx ya Za, tulisanmu pasti berguna sekali nih), penulis di Bandung Advertiser. Di artikel tersebut akan ada masukan - masukan dari desainer lainnya mengenai eco-fashion. Nanti setelah saya dapat artikelnya, saya coba post juga ya. Pasti berguna untuk bahan skripsi kamu. Atau kalau kamu mau, bisa mendapatkan copynya di Sari Pan Pacific Hotel dan tempat lainnya. Free Magazine kok, jadi gratis.
Link Lainnya tentang Eco, Organic, dan Ethical Fashion:
Organic dan Eco FashionLebih lanjut tentang eco fashion...