Blog EntryPerlakukan aku seperti perhiasan perak-mu. May 3, '08 5:57 AM
for everyone
Itu yang sering saya katakan pada kekasih saya. Perak, bagi saya, jauh lebih indah dan lebih bernilai dibanding logam lainnya, termasuk emas dan platinum yang harganya jauh lebih mahal.

Tidak seperti emas atau platinum, yang sekali dibeli tidak akan membutuhkan perawatan lagi, perak justru amat sangat membutuhkan perawatan berkala setelah dibeli dan dipakai. Ya, saya tahu. Mungkin terdengar konyol. Harusnya semakin tidak membutuhkan perawatan semakin ringkas dan semakin bagus. Tapi saya sangat menyukai saat - saat di mana saya membersihkan semua perhiasan perak saya dengan hati - hati.

Memang membutuhkan sedikit ketelitian dan kesabaran, tapi itu juga berarti memberikan saya waktu untuk mengingat - ingat kembali di mana saya membeli perhiasan tersebut, kenapa saya membelinya, atau bahkan siapa yang memberikannya untuk saya, dan perubahan - perubahan kecil apa yang ada pada perhiasan tersebut.

Hampir semua perhiasan perak akan mengalami perubahan bentuk, selain karena logamnya yang lebih lembek, tentunya juga seiring dengan berjalannya waktu dan mengikuti kegiatan serta perilaku kita. Kadang bagian bawah cincin perak akan sedikit penyok apabila kita sering mengetuk - ngetuk tangan ke meja. Kadang bagian sampingnya sedikit baret apabila tidak berhati - hati saat mengambil kunci, dan sejenisnya.

Mungkin bagi orang lain, itu jadi nilai minus, tapi bagi saya itu justru jadi nilai plus, karena perhiasan tersebut seolah hidup dan senafas dengan perjalanan hidup saya. Ada satu cincin perak saya yang memiliki sedikit penyok di bagian pinggir karena terantuk pegangan pintu yang saya tahan sewaktu adik saya, yang waktu itu masih kecil, hampir terjepit saat ingin masuk ke kamar saya. Dan setiap kali saya membersihkannya, saya teringat kejadian itu dan jadi tersenyum mengingat lucunya dia sewaktu anak - anak, dan jadi mengobrol dengan adik saya tentang kejadian itu.

Ada juga beberapa cincin perak yang memiliki makna yang lebih dalam karena diberikan oleh beberapa orang terpenting dalam hidup saya, dan setiap saya membersihkannya, saya mengingat mereka sambil membersihkan perhiasan tersebut lamat - lamat, dan biasanya diakhiri dengan menelepon mereka dan berbicara tentang kenangan - kenangan lama. Waktu serasa berjalan sedikit melambat sehingga ada sedikit ruang bagi memori untuk berputar. :)

Apabila kita hendak membeli perhiasan emas atau platinum atau berlian sekalipun, tentu kita tidak perlu berpikir panjang. Toh bisa untuk investasi. Jadi kalau ingin beli dan mampu, ya beli saja. Tidak ada ruginya. Begitu juga apabila membeli perhiasan seperti stainles, titanium, dan sejenisnya ataupun yang lebih murah seperti plastik dll. Lebih tidak perlu pikir - pikir lagi, karena selain tidak seberapa, perawatan lebih mudah, dan kalau bosan tinggal buang atau lengserkan.

Namun berbeda dengan perak. Saat hendak membeli perak, saya akan berpikir banyak. Pertama, perak bukanlah perhiasan yang cocok dijadikan investasi. Malah menurut saya cenderung tidak bisa dijadikan investasi. Nilai jualnya tidak terlalu tinggi, sekalipun yang desainnya sangat detail dan istimewa, biasanya nilai jualnya tidak berbeda dengan nilai belinya.

Dari segi harga, jelas juga tidak murah. Terlebih lagi yang desainnya rumit dan khusus. Bahkan biasanya ongkos desainnya jauh lebih mahal dari nilai peraknya sendiri. Jadi, saat hendak membeli perhiasan untuk investasi, lebih baik emas. Saat hendak membeli perhiasan murah, perak jelas bukan pilihan.

Namun itulah yang membuat perak menjadi semakin istimewa di mata saya. Setiap perhiasan perak yang saya miliki adalah perhiasan yang saya beli karena saya betul - betul menyukai dan mencintainya dengan pemahaman penuh akan setiap pilihan saya. Bukan karena investasi atau keuntungan yang diberikan, bukan karena segitu saja yang saya mampu miliki alias murah, juga bukan hanya karena itu saja yang ada. Melainkan karena saya betul - betul mencintainya, menginginkannya dengan pertimbangan dan kesadaran penuh akan segala kekurangan dan resikonya.

Selain itu, saat menyimpan perak juga tidak bisa sembarangan sesuka hati. Perak yang bagus akan tidak mudah berubah warna atau menghitam, namun sebagus - bagusnya perak tetap saja akan berubah warna dan perlu dibersihkan berkala. Cara menjaga agar perhiasan perak tidak mudah berubah warna yang sejauh ini saya temukan paling ampuh adalah dengan menyimpannya secara terpisah, baik di kantong kain atau kantong kedap udara, dengan perhiasan lainnya. Kemudian harus diseka bersih setelah setiap pemakaian.

Lagi - lagi, ini membutuhkan kesabaran dan ketekunan. Perlu perawatan harian dan penempatan yang terpisah satu dengan lainnya agar tidak menyebar luas dan tidak saling mempengaruhi maupun merusak.

Setelah membaca semua itu, tidakkah anda merasakan hal yang sama dengan saya? :) Bukankah cinta dan hidup itu seperti perhiasan perak?

Di mana kita belajar mencintai, memilih, dan menerima dengan penuh kesadaran dan pemahaman akan segala kelebihan dan kekurangan yang ada..
Di mana kita belajar berkomunikasi dengan penuh kesabaran dan merawat pertumbuhan cinta dan hidup kita dengan penuh ketekunan..
Di mana kita butuh untuk berhenti, menilik, mencermati, dan menghayati setiap perubahan yang ada dalam cinta dan hidup kita untuk lebih menghargainya..

Bukankah cinta dan hidup harus diperlakukan sebagaimana kita memperlakukan perhiasan perak kita?

Itu juga sebabnya saya menjadi sering membelikannya (kekasih saya) perhiasan perak. Karena dengan memilikinya, ia juga jadi belajar tentang filosofi perhiasan perak tersebut :).

Tentu yang saya belikan bukan perhiasan perak yang feminin dan kewanita - wanitaan, melainkan perhiasan perak yang lebih maskulin, misalnya rantai kalung dengan berbagai jenis motif seperti tulang naga, borobudur, padi, dan sejenisnya. Atau gelang rantai yang agak besar, maupun pendant yang simple namun cukup maskulin.

Yang penting cukup untuk membuatnya menyukai dan menghayatinya. Dengan memilikinya, mau tidak mau dia harus menjaganya dan melakukan segalanya sendiri. Dan tidak ada guru yang lebih baik daripada pengalaman sendiri kan. :) Hehehe.... kalau sekedar diberitahu filosofinya tanpa pernah memiliki dan merawatnya sendiri, tentu tidak ada gunanya.

Setelah membaca ini, semoga anda juga jadi mencintai perhiasan perak dan memperlakukan cinta dan hidup anda seperti perhiasan perak ya ;).

-----------------------------------------------------------------------------------------------------
Sejak jaman dahulu, perhiasan dianggap memiliki nilai lebih dibandingkan produk fashion lainnya. Sebagian besar berpendapat nilai lebih itu dikarenakan kelangkaan produk maupun material yang ada untuk membuat perhiasan tersebut. Sebagian lagi juga beranggapan nilai lebih itu dikarenakan perhiasan melambangkan status. Menurut saya, sebagiannya lagi mungkin dikarenakan perhiasan adalah sesuatu yang paling sering diberikan turun - temurun. Ada kisah di tiap - tiap perhiasan tersebut. :)

16 CommentsChronological   Reverse   Threaded
lupuss wrote on May 2
^_^ bner mbak.....
montimanis wrote on May 2
eh, kenapa dobel posting :-)
jujur, gw jg suka perak. ga terlalu blink-blink dibandingkan emas putih.
dartz wrote on May 3
:)
shared yak..
lisapurwanti wrote on May 3
jadi mengharu biru direlung hati,,,,,,,,heheh
begitu uniknya sosok mbak vili,,,,,
semoga hari2 mbak vili,,,penuh dengan cinta ,,,, selalu,,,,
csakura wrote on May 3
filosofi yang indah vil =)

ps: cincinnya bagus
viliaciputra wrote on May 3
lupuss said
^_^ bner mbak.....
:) Gimana, udah ketemukah jawabannya?
viliaciputra wrote on May 3
eh, kenapa dobel posting :-)
jujur, gw jg suka perak. ga terlalu blink-blink dibandingkan emas putih.
Iya nih, gara2 koneksi lelet kemaren. Hiks....
Hehe iyah...perak is the best!
viliaciputra wrote on May 3
dartz said
:)
shared yak..
Monggo To...:)
viliaciputra wrote on May 3
jadi mengharu biru direlung hati,,,,,,,,heheh
begitu uniknya sosok mbak vili,,,,,
semoga hari2 mbak vili,,,penuh dengan cinta ,,,, selalu,,,,
Haha..:) Makasih ya Lis.
Aminn... moga2 doanya dijadikan kenyataan untuk kamu juga ya.
viliaciputra wrote on May 3
csakura said
filosofi yang indah vil =)

ps: cincinnya bagus
:) Thx Marge.
Hehehe iyah. Gue selalu suka cincin dengan potongan hati. Dunno why. :P
awhitecallalily wrote on May 3
Di mana kita belajar mencintai, memilih, dan menerima dengan penuh kesadaran dan pemahaman akan segala kelebihan dan kekurangan yang ada..
Di mana kita belajar berkomunikasi dengan penuh kesabaran dan merawat pertumbuhan cinta dan hidup kita dengan penuh ketekunan..
Di mana kita butuh untuk berhenti, menilik, mencermati, dan menghayati setiap perubahan yang ada dalam cinta dan hidup kita untuk lebih menghargainya..
Vilia, renungan yg dalam banget. Aku sependapat! Thanks for sharing ya.
viliaciputra wrote on May 4
Vilia, renungan yg dalam banget. Aku sependapat! Thanks for sharing ya.
Sama - sama ya Agni. :) Moga2 berguna..
gekmas wrote on May 17
Gak nyangka kalo loe tuh juga pecinta silver.. (kemana aja ya gw selama ini??) Btw, ngerawatnya ternyata ribet banget ya.. Hihihihi..selama ini gw cuma bersihin pake cairan khusus aja..itu pun kalo peraknya dah kusam.
viliaciputra wrote on May 18
gekmas said
Gak nyangka kalo loe tuh juga pecinta silver.. (kemana aja ya gw selama ini??) Btw, ngerawatnya ternyata ribet banget ya.. Hihihihi..selama ini gw cuma bersihin pake cairan khusus aja..itu pun kalo peraknya dah kusam.
Heh dasar. Kurang perhatian dengan adikmu yg satu ini hiks hiks. Hahahaha....:D Iya gue pecinta berat silver :). Iya mayan ribet sih, tapi menyenangkan kok sis. Jadi ada waktu untuk merenung juga. :) Wah...kita belom tukeran silver ya? :D
gekmas wrote on May 19
gw cuma cuci aja...suka jarang pake merenung...mungkin sekali-sekali perlu ditambah acara merenungnya ya.. ;) thanks for sharing sis.. muwahhh
viliaciputra wrote on May 20
gekmas said
gw cuma cuci aja...suka jarang pake merenung...mungkin sekali-sekali perlu ditambah acara merenungnya ya.. ;) thanks for sharing sis.. muwahhh
Hahaha....:D Itu karena belom dikasih silver ama gue tuh. Coba kalo udah, pasti entar begitu mau bersihin atau ngeliatnya aja langsung inget gue, trus inget Bali, trus inget pastel enak, nasi hainam, inget nasgorkam,....hueahuahauhaua....:D Sippa sistah. Mwah mwah mwah....
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help