Barusan baca postingannya Mas Tomi tentang
daya saing (sebagian) orang Indonesia. Masalahnya utamanya tentang mentalitas bangsa ini sendiri yang menginginkan hanya segala sesuatu yang mudah. Hanya sedikit yg mau benar - benar mempelajari secara mendalam mengenai segala sesuatu yg dilakukannya. Rasa ingin tahu dan keinginan untuk belajarnya sangatlah kurang. Kebanyakan yang ada justru dengan sukarela dan penuh sukacita mengakui dan menjadikan bangsa dan negara lain sebagai kiblatnya sekaligus menerima dan mengadaptasi segala sesuatunya apa adanya. Jangankan berusaha melampauinya, berpikir untuk mempelajarinya saja tidak.
Masalahnya lagi, mentalitas merupakan hal yang paling sulit diubah menurut saya. Pertama karena berhadapan dengan diri sendiri. Kita tahu musuh terbesar adalah diri sendiri, dan disiplin tinggi, kejujuran diri, keterbukaan pikiran, serta pemahaman yang jelas akan akar masalah, sangat dibutuhkan untuk bisa merubah mental kita sendiri.
Kedua karena mentalitas itu sudah terbentuk dan terpupuk sejak usia dini. Yang artinya sudah terbentuk garis besarnya dari pola ajar orang tua, bukan pendidikan umum. Kenapa begitu? Karena saya melihat banyak orang yang meskipun sudah sekolah tinggi atau bahkan ke luar negeri dll pun, mentalnya tetap saja tidak berubah. Cara berpikir tetap kolot, tetap percaya pada hal - hal dan dogma yang tidak pernah dibuktikan sendiri, dan tetap tidak memiliki sikap dan daya juang yang tinggi, dll.
Tidak berarti mentalitas yang dimiliki tidak bisa diubah, seperti yang dijadikan alasan pertama yaitu bisa diubah dengan disiplin yg tinggi, kejujuran diri, keterbukaan pikiran, dan pemahaman akan akar permasalahan yg jelas. Namun juga akan sangat baik apabila mental yg baik dididik sejak dini, dan di sini dibutuhkan pola pengajaran yang baik untuk pertumbuhan mental anak - anak di generasi mendatang.
Berbicara tentang mentalitas memang tidak ada habisnya.
Yang diperlukan memang memulai untuk melakukan perubahan itu.