Blog EntryMari Bernyanyi! (Demi anak - anak Indonesia)May 8, '08 6:20 PM
for everyone
Membaca satu posting  yang berisi kutipan dari penulis lain tentang keprihatinan terhadap lagu anak - anak, saya jadi teringat dengan obrolan saya dan dua orang sahabat beberapa waktu yang lalu. Waktu itu kami tidak sengaja sedang menonton acara lomba menyanyi anak - anak yang ada di salah satu stasiun TV. Hampir semua lagu yang dibawakan adalah lagu - lagu orang dewasa dari band - band yang sedang menjamur saat ini. Kemudian andaikan lagu anak - anak, yang dipakai adalah lagu bahasa Inggris seperti lagu happy family dll.

Bukan berarti lagu - lagu bahasa inggris tidak boleh diajarkan, tentu boleh karena ketrampilan berbahasa sangat berguna, namun harus tetap dalam takaran seimbang agar si anak tidak jadi mendewakan bahasa luar dan meniadakan bahasa ibunya sendiri. Juga bukan berarti lagu2 band dan dewasa itu jelek, melainkan kok tidak pada porsinya saja ya? Anak - anak masih perlu dukungan pertumbuhan untuk mentalitas mereka, masih perlu mencerna kata dengan makna, masih perlu menilik konsep hidup yang akan mereka jelang. Lalu diisi dengan lagu - lagu melankolis cinta - cintaan yang menye - menye, ataupun lagu - lagu dewasa lainnya. Pola pikir dan mentalitas seperti apa yang diharapkan akan tumbuh pada anak - anak itu?

Tidak perlu munafik dengan mengatakan lagu bukanlah apa -apa dan tidak memiliki dampak pada anak. Pihak - pihak yg berkepentingan dengan suksesnya lagu - lagu dan acara - acara tersebut tentu punya excuse untuk keuntungan yang mereka ingin dapatkan. Tapi sudah diketahui umum kalau pertumbuhan janin dan anak itu jauh lebih baik saat dimainkan musik klasik ringan yang mengasah otak. Sudah banyak ibu - ibu hamil yang disuruh mendengarkan musik klasik, mengajak bicara si janin, bahkan memanjatkan dan melantunkan bait doa - doa pada anak sejak di dalam kandungan.

Selain itu, ada banyak musik dan lagu yang bahkan mempengaruhi kehidupan dan perubahan dunia. Banyak pemusik juga menggunakan lagu dan musik sebagai media untuk menyalurkan gugatan - gugatan sosialnya untuk sebuah perubahan dan untuk menyampaikan keresahan semua orang saat itu. Begitu besarnya kekuatan musik hingga bisa menyulut peperangan hanya dengan tabuhan ataupun menciptakan perdamaian meski tanpa berbicara dengan bahasa yang dimengerti.

Saya pribadi bisa mengatakan tidak bisa hidup tanpa musik. Saya mendapatkan inspirasi dan semangat dari musik. Saya perlu musik untuk energi. Bahkan sejak saya SD, saya sudah menggunakan musik untuk belajar dan menghafal pelajaran. Semakin saya harus mempercepat waktu belajar saya, semakin keras tempo dan jenis musik yang saya dengar. Jadi bagi saya pribadi, musik jelas - jelas bukan 'sekedar' musik atau lagu.
 
Masihkah kita menutup mata dan telinga akan betapa besar efek lagu dan musik dalam hidup kita? Akan pengaruhnya pada kehidupan generasi mendatang yang akan dijelang oleh anak - anak kita?

Sampai tahap ini, kebanyakan orang akan setuju bahwa lagu dan musik sangat penting bagi kehidupan anak - anak. Lalu akan berharap dan atau menyatakan sarannya kepada para pencipta lagu untuk membuat lagu anak - anak, mengorbitkan penyanyi anak - anak. Intinya menyerahkan tanggung jawab itu kepada orang lain yang dianggap memiliki kapasitas lebih baik dan lebih mampu. Dan si pencipta lagu, pengorbit artis, perusahaan rekaman, akan membalikkan bahwa mereka membutuhkan keuntungan, membutuhkan market, bla bla bla, yang intinya mengembalikan pada permintaan pasar dan angka - angka profit.

Tidak bosankah dengan semua itu? Berapa lama lagi harus berputar - putar di titik ini? Berapa banyak anak - anak lagi yang harus menyanyikan lagu - lagu dewasa yang tidak betul - betul mereka pahami? Masih haruskah berharap dan menggantungkan harapan akan masa depan pada orang lain?

Mulai sekarang, bukalah mulut anda. Semua orang bisa menyanyi. Kalau main film, atau sinetron tv, untuk membuat acara yg bagus bagi anak - anak, saya tahu itu sulit dan itu butuh dana dll. Tapi menyanyi? Semua orang diberkati pita suara. Seburuk apapun itu, se-fals apapun itu, menyanyilah. Kita toh tidak sedang berlomba untuk menjadi idola. Kita hanya sedang belajar menikmati dan mengajari anak - anak caranya menikmati musik. Kemudian nyanyikanlah lagu - lagu anak - anak yang masih bisa anda ingat. Nyanyikan lagu - lagu daerah yang berkesan bagi anda dan bisa anda temukan. Nyanyikan lagu - lagu yang anda harap bisa menjadi sosok anak - anak anda nantinya. Nyanyikan lagu yang kalau perlu, khusus anda ciptakan untuk anak anda itu.

Kalau itu saja, kita bisa kan? Atau kita masih harus menghitung angka - angka untung rugi dan memperdulikan selera orang lain saat menyanyikan lagu untuk anak - anak kita sendiri?

Saatnya memperkaya lagu - lagu anak - anak dan lagu - lagu daerah yang bisa kita temukan. Beberapa waktu yang lalu, seorang sahabat saya, Gekmas, bahkan telah mempelopori mengumpulkan teks - teks dan lagu - lagu anak - anak yang masih diingat untuk diajari nantinya pada anak - anaknya. (Kebetulan dia tinggal di Swiss, dan entah mengapa, saya sendiri merasa memang saat kita tinggal di negeri orang, kita baru bisa menghargai negara ini dan seluruh budayanya dengan jauh lebih baik. Mungkinkah kita terlalu terbiasa to take everything for granted?) Kemudian bagi yang sudah lupa nada not nya, bisa mencoba lihat di SINI untuk beberapa kumpulan midi lagu - lagu Indonesia secara lengkap.

Saatnya untuk bernyanyi dan mengajari anak - anak untuk menyanyi lagu - lagu yang mereka bisa pahami dengan benar. Akan lebih bagus lagi saat anda mengajari lagu - lagu daerah, bisa disertakan kenapa lagu itu dibuat, untuk apa, dan pada acara apa, karena dengan begitu pengetahuan si anak pun bertambah.

Maka, mari bernyanyi!

Pekerjaan rumah untuk para pencipta dan pemusik, mungkin bisa menutup mata sejenak atas angka - angka profit dan berbagi berkat suara dan kemampuan indah yang diberikan Tuhan demi anak - anak anda juga? Tidak perlu banyak, satu pemusik satu lagu, sudah berlimpah ruah musik bagi anak - anak kita nantinya.

Atau mungkin di sini ada teman - teman yang mau membentuk grup untuk mempopulerkan lagu anak - anak? Tompi sudah memulainya dengan modifikasi lagu balonku dengan sentuhan Jazz. Jason Castro dari American Idol sudah memodifikasi lagu Somewhere over the rainbow dari sekedar lullaby menjadi lebih menarik dengan sentuhan okulelenya. Mungkin kita bisa melakukannya bersama - sama juga? Saya siap tidak dibayar :) Hehehe....

-------------------------------------------------------
PS: Beberapa waktu yg lalu, saya diundang ke acara launching novel Kenangan Abu - Abu oleh si penulis yang juga sahabat saya, Winna Efendi, di restauran Oasis. Saya akan menuliskan review acaranya nanti, tapi yg ingin saya ceritakan di sini adalah, ada satu sesi di mana saat kita makan, ada empat orang penyanyi Batak yang menyanyikan lagu - lagu untuk menghibur kita.

Suara mereka sangat bagus dan sangat kuat, mereka bahkan tidak perlu mic dan pengeras suara untuk membuat suara mereka terdengar hingga ke ujung ruangan. Mereka menyanyikan lagu - lagu daerah yang sudah lama tidak saya dengar, dan terus terang saya sangat sangat dan sekali lagi..sangat terkagum - kagum sekaligus merasa rindu dan terharu. Lagu - lagu daerah yang pernah saya kenal dan hampir tidak pernah saya dengar lagi selama lebih dari 10 tahun. Hebat sekali. Dan ternyata lagu - lagu itu begitu indahnya.

Sesampainya di rumah, saya jadi mendendangkan beberapa lagu - lagu lainnya dan rasanya menyenangkan. Jadi ingat waktu SMU memenangkan lomba paduan suara dengan bekal lagu gundul - gundul pacul yang dinyanyikan secara canon dengan dua buah meja untuk ditabuh. Juga teringat sewaktu menyanyikan lagu Tanah Air hingga air mata menetes.. (sampai sekarang saya masih selalu berkaca - kaca saat menyanyikannya...lagu itu indah sekali menurut saya).

Cobalah menyanyikannya juga. :) Demi anak - anak anda yang anda cintai.


mataharipagi wrote on May 8
Saya juga sedih melihat kenyataan ini. Mau pingsan rasanya lihat anak2 kecil nyanyi "..kamulah makhluk Tuhan yang paling sexy!". Saya mau sih, nyanyi buat keponakan saya dan anak-anak lain, tapi kasihan aja mereka hrs denger suara saya yg sember. Lagian nanti mereka jd mikir, "Ih kok lagu anak2 jelek banget ya, mending lagu dewasa deh!" :D
viliaciputra wrote on May 8
Saya juga sedih melihat kenyataan ini. Mau pingsan rasanya lihat anak2 kecil nyanyi "..kamulah makhluk Tuhan yang paling sexy!". Saya mau sih, nyanyi buat keponakan saya dan anak-anak lain, tapi kasihan aja mereka hrs denger suara saya yg sember. Lagian nanti mereka jd mikir, "Ih kok lagu anak2 jelek banget ya, mending lagu dewasa deh!" :D
:) Selama ini sih anak - anak jarang complain kecuali suaranya kita pas nyanyi terlalu keras. Kebanyakan mereka seneng2 aja diajak nyanyi bareng. :) Yang bilang bagus atau enggak kan orang dewasa, kalau anak - anak mikirnya masih seneng2an nyanyi aja.

Kalau masalah lagu anak2 jelek, hehehe makanya itu tadi, kayaknya kita harus bikin supaya lagu anak2 jadi keren. :)
bookshop wrote on May 8
Gue pernah liat komen seorang ibu di mp membalas masalah ini. Dia bilang, lagu2 anak2 jelek dan itu2 doang. Makanya anak2 diajarkan lagu2 org dewasa. Toh bagus juga hasilnya.

Gue agak bingung: kenapa harus keren dan bagus lagu anak2 itu? Dan apa definisi keren? Kalo kata gue, lagu2 anak2 yg gue pelajari wkt kecil gak keren, tapi bagus karena sederhana (ritmenya itu2 aja, sehingga gampang kebalik2 :p) dan textnya meaningful. Diiringi tepuk tangan pun jadi. Harusnya itu cukup. Toh seperti lo bilang, anak2 jarang komplen, mereka emang seneng nyanyi aja :)).

Itu kata gue sih.. yg percaya understated simplicity untuk segala hal, hahahaha!
viliaciputra wrote on May 8
Gue pernah liat komen seorang ibu di mp membalas masalah ini. Dia bilang, lagu2 anak2 jelek dan itu2 doang. Makanya anak2 diajarkan lagu2 org dewasa. Toh bagus juga hasilnya.

Gue agak bingung: kenapa harus keren dan bagus lagu anak2 itu? Dan apa definisi keren? Kalo kata gue, lagu2 anak2 yg gue pelajari wkt kecil gak keren, tapi bagus karena sederhana (ritmenya itu2 aja, sehingga gampang kebalik2 :p) dan textnya meaningful. Diiringi tepuk tangan pun jadi. Harusnya itu cukup. Toh seperti lo bilang, anak2 jarang komplen, mereka emang seneng nyanyi aja :)).

Itu kata gue sih.. yg percaya understated simplicity untuk segala hal, hahahaha!
Hehe setuju banget sama elo. :) Anak - anak justru maish harus belajar tentang kata dan pemahaman nada, jadi cocoknya memang yang sederhana. Yang perlu diajarkan ke mereka justru gimana caranya menikmati musik itu sendiri, seneng2 nyanyi dan bermusik. Bukan ketepatan teknik dan hapalan. :P
elbintang wrote on May 9
jadi inget acara2 di tv yang berlabel penyanyi cilik tapi lagu-lagunya orang dewasa.
lah gimana mo penjiwaan kalu kata di lagu itu mereka belum ngerti dan paham. alih-alih ya copas akspresi penyanyi dewasanya.

*masa anak-anak yang terlantar*
viliaciputra wrote on May 9
jadi inget acara2 di tv yang berlabel penyanyi cilik tapi lagu-lagunya orang dewasa.
lah gimana mo penjiwaan kalu kata di lagu itu mereka belum ngerti dan paham. alih-alih ya copas akspresi penyanyi dewasanya.

*masa anak-anak yang terlantar*
Bener banget, sis. :) Pemahaman makna nya belum ada... hehehe..
Ya memang bukan bagian mereka itu jadi gimana ya... :D
gekmas wrote on May 17
Eits...pantes kuping berdenging..kesebut tho. Hahahaha.. Iya sis.. sejak tinggal jauh, gw jadi lebih merhatiin budaya sendiri. Kaya orang bijak bilang...gajah depan mata gak keliatan, tapi semut yang sebrang lautan keliatan. Gak cuma buat liat kesalahan aja ternyata berlakunya.. ;)

Oya, kita punya permainan tangan gak sih?? Lagu-lagu atau ritme (??) singkat yang diaplikasikan dg gerak jari-jemari. Disini ada untuk mengenalkan nama jari-jemari tangan kita.
viliaciputra wrote on May 18
gekmas said
Eits...pantes kuping berdenging..kesebut tho. Hahahaha.. Iya sis.. sejak tinggal jauh, gw jadi lebih merhatiin budaya sendiri. Kaya orang bijak bilang...gajah depan mata gak keliatan, tapi semut yang sebrang lautan keliatan. Gak cuma buat liat kesalahan aja ternyata berlakunya.. ;)

Oya, kita punya permainan tangan gak sih?? Lagu-lagu atau ritme (??) singkat yang diaplikasikan dg gerak jari-jemari. Disini ada untuk mengenalkan nama jari-jemari tangan kita.
Hahaha...sampe sana ya berdengungnya? Telepati banget sih kita :D.

Iya, gue juga ngerasanya begitu. Waktu jauh dari negara sendiri baru bener - bener ngerasa begitu juga. Sebelum2nya ga terlalu perduli biarpun tau.

Permainan tangan kayak gimana ya? Yang gue tau ada beberapa lagu yang memang dibuat untuk permainan anak2, misalnya kayak ampar - ampar pisang yang ada gerakan tangannya, dan sejenisnya. Tapi kalo gerakan jari - jemari untuk mengenalkan nama gue kurang tau deh. Mungkin yg lain ada info?
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help