Blog EntryPerak Bali vs Perak JogjaMay 9, '08 1:05 AM
for everyone

Yang sudah membaca artikel saya, Perlakukan aku seperti perhiasan perak-mu, pasti sudah mengetahui bahwa saya amat sangat menyukai perak :). Sebetulnya ada sangat banyak jenis style dan desain perak yang bisa kita dapatkan. Mulai dari yang simple dan sederhana, sampai yang rumit dan detail seperti perak yang bisa kita dapatkan di Bali atau Jogja.

Sebagaimana terlihat pada gambar - gambar yang ada, perak Bali dan Jogja sendiri sangat berbeda ciri khasnya. Perak Bali cenderung lebih tebal, bermain di ketelitian menyusun motif dan membentuk karakter 3 dimensi, serta lebih banyak berbentuk solid daripada rangka. (Contoh gambar cincin)

Sementara perak Jogja cenderung tipis, bermain di ketelitian goresan dan pengukiran badan silver hingga membentuk kerangka - kerangka yang saling bersambungan. (Contoh gambar bros kupu - kupu dan mini guci.)

Saya pribadi sangat menyukai keduanya, namun saya lebih memilih perak Bali karena lebih tebal, kuat dan lebih menunjukkan kekuatan kultur nya, selain tentu lebih mudah dalam perawatan. Namun semua tentu kembali kepada selera tiap - tiap orang. Bagaimana dengan anda, lebih suka perak Bali atau Jogja? :)

TIPS:

  • Untuk membersihkan perak Jogja, tidak disarankan untuk menggunakan lap karena selain sulit dalam penggunaan di bagian detail, ada kemungkinan ujung - ujung detail perak akan menyangkut di kain dan tersangkut sehingga merubah struktur desain perhiasan tersebut.
  • Cara yang disarankan adalah direndam dengan air sabun atau cairan pembersih silver, dan disikat dengan sikat bulu super halus atau cukup direndam sedikit lebih lama.
  • Untuk mengeringkan bagian detailnya gunakan cotton bud.
  • Untuk koleksi patung - patung silver ataupun benda - benda yang tidak dipakai setiap hari, akan lebih baik apabila diletakkan di dalam kotak kaca. Selain lebih awet dan tidak mudah berubah warna, juga tidak berdebu.
@ Fasity.Com

17 CommentsChronological   Reverse   Threaded
bookshop wrote on May 8, edited on May 8
Bedanya perak2 ini dan sterling silver apa yah? Tus, air sabun itu bener air sabun mandi gitu? Ehem.. pertanyaan ketiga, cairan pembersih silver bisa tahan berapa lama biasanya?

Thanks! :D
awhitecallalily wrote on May 8
Vilia, aku lebih suka perak Jogja krn lebih halus & detil sekali (spt yg Vil tulis). Aku suka kasih ke teman2 dekat disini sbg hadiah pernikahan/ultah pernikahan.
Thanks ya Vil, u/tulisan & tips nya.
aranolein wrote on May 8
Aku lebih suka perak Bali. Lebih tahan lama.
mimiallen wrote on May 9
Thanks buat tip utk bersihin perak...
viliaciputra wrote on May 9
Bedanya perak2 ini dan sterling silver apa yah? Tus, air sabun itu bener air sabun mandi gitu? Ehem.. pertanyaan ketiga, cairan pembersih silver bisa tahan berapa lama biasanya?

Thanks! :D
Perak2 ini juga sterling kok :). Sterling itu merupakan campuran antara silver 92.5% dan 7.5% bahan metal lainnya, biasanya sih copper tapi bisa juga bahan seperti platinum, dll. Perlunya dibuat campuran karena kalau 99.9% silver (fine silver) itu terlalu lembek untuk diolah. Jadilah dicampur supaya lebih keras tapi juga tetap menjaga keaslian dan nilai dari si silver tadi.

Sterling silver ini yg paling banyak digunakan baik untuk perhiasan, untuk peralatan makan, pajangan dll. Biasanya tandanya bisa berupa: sterling sterling silver, ster, .925 dan letaknya di bagian dalam atau belakang peralatan silver itu sendiri.

Kalau untuk perawatan, ini uniknya silver.., sebetulnya silver kalau dipakai setiap hari, kemungkinan berganti warnanya sedikit sekali. Jadi kalau mau, bisa dirawat dengan cara di lap dengan lap cotton lembut aja setiap hari, atau lap khusus perhiasan silver yg ada di toko2 perhiasan. Tapi kalau jarang dipakai dan dalam waktu lama disimpan, biasanya warnanya berubah. Nah perawatan yang paling ringan adalah direndam air sabun pencuci piring atau sabun mandi sekitar 5 menit sambil digosok lembut, atau kalau sudah parah bisa direndam di cairan pembersih silver seperti hagerty. Cairan pembersih silver sih enggak bisa tahan terlalu lama juga. Semua kembali ke cara penyimpanannya. Cairan itu fungsinya cuma merontokkan kotoran yg melekat saat itu.

Untuk perak yg jarang dipakai atau untuk pajangan, bagusnya dilapisi tint atau wax supaya tidak mudah berubah warna, karena kedua bahan ini adalah bahan non reaktif. Sebetulnya yg membuat perak jadi berubah warna itu adalah campuran metal di dalamnya, yaitu copper dll nya yg bereaksi terhadap udara, air, bahan kimia, belerang, garam, dll.

Jadi kalau bisa mendapatkan perak dengan campuran yg bagus, biasanya lebih susah berubah warna. Dan ini juga yg membuat produsen perak berlomba - lomba mengclaim perak mereka lebih bagus atau tidak. :) Yg gw temuin sih, di peraknya Gemala dan Natalia Liu itu warnanya enggak gampang berubah. Biasanya keringat aku tuh gampang merusak perhiasan, but yg dari dua brand itu biasanya tahan lama. Yg John Hardy punya juga bagus, ada beberapa yg campurannya logam mulia lain dan dikombinasiin sama emas dll.

Nah kalau tahapnya sudah sampai melebihi perubahan warna atau korosi, biasanya seperti karatan, warnanya jadi hitam kehijauan, itu memang harus lebih intensif lagi penanganannya. Biasanya harus digosok dengan cairan kimia lebih lamaa atau direndam lebih lama sambil disikat. Yang paling bagus kalau sudah begini sih memang bawa ke toko perhiasan, karena mereka punya cairan yg lebih kuat. Kalau dibersihin sendiri... bakalan agak2 cape hehehe... soalnya gw pernah nyoba kemarenan, bersihin yg begini and tanganku hitam2 plus kain lapnya juga hitam. Hahaha... fun sih, cuma repot juga aja :)

Oya, dulu kan sering dibilang, sebelum mandi lepasin perhiasannya, nah itu sebenernya ada bagusnya sih. Karena kadang kadar chloride di air enggak sama, jadi bisa mengundang korosi tadi. Pas masak dan nyuci juga sebaiknya ga digunakan, karena garam juga mengakibatkan korosi. :)

Hehe memang agak ribet ya perawatannya. Sorry ya jadi panjang commentnya. Ntar deh gw rangkum jadi satu cara perawatan dan penyimpanannya.
viliaciputra wrote on May 9
Vilia, aku lebih suka perak Jogja krn lebih halus & detil sekali (spt yg Vil tulis). Aku suka kasih ke teman2 dekat disini sbg hadiah pernikahan/ultah pernikahan.
Thanks ya Vil, u/tulisan & tips nya.
:) Iya perak Jogja detail dan halus sekali. Lebih harus dirawat hati - hati. Hehehe...berarti Agni orangnya sabar ya. :) Pilihan perhiasan seseorang itu yg paling jelas menggambarkan seperti apa sifat orang itu lho...:)
viliaciputra wrote on May 9
Aku lebih suka perak Bali. Lebih tahan lama.
Tozz....:D
viliaciputra wrote on May 9
Thanks buat tip utk bersihin perak...
Sama2 Mimi.., moga2 berguna yaa..:)
bookshop wrote on May 9
Wah.. thanks! Sekarang gue ngerti kenapa ada yg cepat berubah warna, ada yg gak, gimana cara merawat kalo cairan pembersih gue habis, dsb. :D
viliaciputra wrote on May 9
Wah.. thanks! Sekarang gue ngerti kenapa ada yg cepat berubah warna, ada yg gak, gimana cara merawat kalo cairan pembersih gue habis, dsb. :D
Sippp ;)
montimanis wrote on May 9
i prefer perak bali for sure!
*mempromosikan kampung halaman :-))
viliaciputra wrote on May 9
i prefer perak bali for sure!
*mempromosikan kampung halaman :-))
Tozzzzz....! :D Huehuehueh...
Eh loe dari Bali, Mon? Pantesan kemaren ada Made -nya ya? :D
Masih sering pulang ke Bali ato dah netep di Jakarta sih, Mon?
gekmas wrote on May 17
Sis...disini cairan khususnya dijual bebas. Mo dibawain??
viliaciputra wrote on May 18
gekmas said
Sis...disini cairan khususnya dijual bebas. Mo dibawain??
Mauuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu!! :D Soalnya gue dapet kabar kalo cairan yg di jual di Eropa lebih bagus dan tahan lama ya, terutama untuk campuran coppernya? Huhuhuh.... bocoran dari silver smith di Bali. Mau mau mau...:) Dan ada beberapa titipan lainnya hahaha...:D

Btw diliat2 belakangan ini gue jadi sering pake produk Swiss juga dibanding produk lainnya lho. Aneh juga ya. And somehow kalo ada tulisan Swiss nya gitu jadi serasa ada hubungannya sama gue, padahal itu gara2 loe di sana aja :D
gekmas wrote on May 19
huahahahahaha...sampe segitunya.. Iya..ntar gw bawain...ma carrot cake instan ya...loe tinggal tambahin carrotnya aja ;) baking ndiri dirumah khan bisa.. ;)
viliaciputra wrote on May 20
gekmas said
huahahahahaha...sampe segitunya.. Iya..ntar gw bawain...ma carrot cake instan ya...loe tinggal tambahin carrotnya aja ;) baking ndiri dirumah khan bisa.. ;)
Asyikkk! Hehehehe.....
Sip. Moga2 rumah yg atu lagi dah beres, jadi dah lengkap dapurnya hehehe.
Kalo baking di rumah yg skrg agak2 males secara dapurnya kecil. Kalo yg ntar kan emang disiapin buat praktek masak ade gue. Hehehehe....
Comment deleted at the request of the thread owner.
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help