Yang sudah membaca artikel saya, Perlakukan aku seperti perhiasan perak-mu, pasti sudah mengetahui bahwa saya amat sangat menyukai perak :). Sebetulnya ada sangat banyak jenis style dan desain perak yang bisa kita dapatkan. Mulai dari yang simple dan sederhana, sampai yang rumit dan detail seperti perak yang bisa kita dapatkan di Bali atau Jogja.
Sebagaimana terlihat pada gambar - gambar yang ada, perak Bali dan Jogja sendiri sangat berbeda ciri khasnya. Perak Bali cenderung lebih tebal, bermain di ketelitian menyusun motif dan membentuk karakter 3 dimensi, serta lebih banyak berbentuk solid daripada rangka. (Contoh gambar cincin)
Sementara perak Jogja cenderung tipis, bermain di ketelitian goresan dan pengukiran badan silver hingga membentuk kerangka - kerangka yang saling bersambungan. (Contoh gambar bros kupu - kupu dan mini guci.)
Saya pribadi sangat menyukai keduanya, namun saya lebih memilih perak Bali karena lebih tebal, kuat dan lebih menunjukkan kekuatan kultur nya, selain tentu lebih mudah dalam perawatan. Namun semua tentu kembali kepada selera tiap - tiap orang. Bagaimana dengan anda, lebih suka perak Bali atau Jogja? :)
TIPS:
- Untuk membersihkan perak Jogja, tidak disarankan untuk menggunakan lap karena selain sulit dalam penggunaan di bagian detail, ada kemungkinan ujung - ujung detail perak akan menyangkut di kain dan tersangkut sehingga merubah struktur desain perhiasan tersebut.
- Cara yang disarankan adalah direndam dengan air sabun atau cairan pembersih silver, dan disikat dengan sikat bulu super halus atau cukup direndam sedikit lebih lama.
- Untuk mengeringkan bagian detailnya gunakan cotton bud.
- Untuk koleksi patung - patung silver ataupun benda - benda yang tidak dipakai setiap hari, akan lebih baik apabila diletakkan di dalam kotak kaca. Selain lebih awet dan tidak mudah berubah warna, juga tidak berdebu.
@ Fasity.Com