| |
Setiap hal yang membuatku takut, justru adalah hal - hal yang paling harus aku hadapi. Setiap hal yang paling membuatku malas, justru adalah hal - hal yang paling harus aku lakukan. Dan setiap hal yang paling membuatku benci, justru adalah hal - hal yang paling harus kuusahakan untuk tidak membencinya meskipun tidak bisa menyukainya.
Hampir setiap hal yang kuinginkan dan tidak kuinginkan, seringkali yang harus kulakukan adalah kebalikannya. Mungkin terkesan menyulitkan diri sendiri, tapi itu juga yang menguatkan, membuatku belajar, dan hampir selalu menyelamatkanku.
Karenanya saat terasa lemah, aku justru harus menguatkan diri. Saat sedih, aku justru harus membuang jauh - jauh pikiran yang membuat sedih itu. Dan saat merasa tidak bersemangat, adalah saatnya untuk menyingsingkan lengan baju.
Saat berada di titik terendah, adalah saat terbaik untuk menyongsong masa depan!
 | duh! gubahan prosa-puisi yang ringkas bernas sekali. hatur nuhun, vilia. (kohar) |
 | beneeeeerrr.. doooo, ini pasti special buat gw kan yaaa, kok elo tau bgds siy... xixixixi, cup cup mwah mwah... makasiiiii |
 | wahhhh kerennnn vil :) kata2nya... |
 | Quote "Saat berada di titik terendah, adalah saat terbaik untuk menyongsong masa depan!
Semoga semangat mu menular kepada ku wahai virus villia...":teteup deh" thanks for share |
 | ayo vil, lo pasti bisa deh melakukan apa aja! =)
|
 | yups.. tetap semangat. pasti pada saat tertentu manusia akan berada di titik nol dimana saat itu rasanya tidak ada 1 halpun yang bisa kita lakukan.
|
| | |
|
|