Blog EntryDapatkah Anda Makan?Jan 4, '07 5:17 AM
for everyone
Hari ini saya menonton satu acara yang menarik, tapi lupa judulnya,...Path of Healthy Living or Healthy Food something like that. Pertanyaan awalnya sederhana, "Dapatkah anda makan?" Pertanyaan ini cukup tricky, karena semua orang tentu bisa makan, siapa yang tidak bisa makan? Tapi yang menjadi fokus pertanyaan adalah, dapatkan anda makan dengan benar? Kemudian, tahukah anda cara makan yang benar?




Di acara itu dijelaskan beberapa aturan mengenai makanan dan cara makan yang benar. Yang membuatnya menarik adalah, adanya beberapa informasi dari dunia medis, dan juga dari dokumentasi leluhur dan medis di China. Beberapa diantaranya adalah:



  • Sewaktu makan, kita harus menjaga mood dan perasaan.
    Makanan harus dimakan dengan dinikmati dan dengan pengaturan emosi. Tidak boleh saat marah, kesal, dll karena nantinya makanan tersebut tidak tercerna dengan baik. Selain itu, zat – zat yang terkandung dalam air liur dan lainnya, tidak akan keluar dan berfungsi dengan optimal di saat mood kita sedang jelek atau sedang marah, sehingga akan memperberat kerja otot mulut dan sistem pencernaan untuk mencerna makanan kita. Salah satu akibat makan di saat marah atau kesal adalah asupan makanan yang tidak terkontrol.


  • Makanlah sebelum lapar dan minumlah sebelum haus.
    Kita harus makan sebelum merasa lapar, dan minum sebelum merasa sangat haus. Sebagaimana berhenti sebelum kenyang dan kembung. Itu berguna untuk menjaga lambung dan sistem pencernaan dengan asupan makanan yang berkesinambungan dan bukan sekaligus banyak. Itu juga berguna untuk mengontrol gula darah, agar tetap stabil, yang berdampak pada stabilitas emosi dan fisik kita. Selain itu, dengan menjaga pola asupan tersebut, sangat berguna untuk memastikan agar makanan dan minuman yang kita konsumsi tidaklah berlebihan atau kekurangan.

    Apabila terlanjur merasa sangat lapar, sebaiknya istirahat dan tunggu sekitar 1 jam untuk meredakannya baru mulai makan, karena pada saat anda sangat lapar, ada gas tertentu yg bekerja di perut, dan apabila anda langsung makan, maka gula darah anda akan melonjak secara tiba – tiba. Apabila terlanjur haus, istirahat sekitar 15 menit baru kemudian minum dengan perlahan, untuk memastikan kondisi tubuh anda siap menerima asupan secara berkala.


  • Mengunyah dengan perlahan.
    Mengunyah makanan haruslah dengan perlahan, karena ini akan membantu untuk menghancurkan makanan dengan lebih sempurna, sebelum dilimpahkan ke bagian pencernaan kita. Pastikan agar kita mengunyah dengan menggunakan keseluruhan gigi kita, baik di rahang kanan dan kiri, karena apabila kita hanya mengunyah di satu bagian rahang saja, maka dapat menyebabkan kelenjar di bagian rahang yang sering digunakan membengkak, kemudian dapat juga menyebabkan bergesernya tulang rahang yang menjadi kerusakan permanen sehingga tidak dapat diperbaiki lagi.


  • Makan dengan perlahan.
    Makan dengan perlahan, termasuk saat mengunyah, menelan, dan menambah asupan makanan. Saat hendak menelan, pastikan makanan telah dikunyah dengan baik. Untuk mengetahui apakah makanan telah dikunyah dengan baik, sangat mudah.

    Bagi anda yang sudah pernah mencoba mengunyah makanan sebanyak 36 kali sebagaimana dianjurkan oleh dokter, pasti tahu bahwa setelah 36 kali makanan dikunyah, rasanya sudah hilang sama sekali alias hambar, dengan sedikit rasa asam dari saliva, dan bentuknya hampir seperti bubuk. Jangankan untuk menelannya... mungkin yang ada saya akan langsung melepehkannya dan membuangnya Nah, yang ini lebih mudah. Saat anda mengunyah dan sudah merasakan sedikit asam pada makanan atau rasa makanan hampir hilang, itulah saatnya anda boleh menelannya. Paling banyak hanya sampai 12 kali kunyahan, biasanya 8-10 kunyahan sudah hilang rasanya. Mengapa harus sampai terasa ada sedikit asam? Rupanya saat mengunyah, ada enzim dan zat yang bekerja untuk membantu proses pencernaan dan pengolahan makanan di perut nanti. Apabila kita makan dan mengunyah terlalu cepat, enzim itu belum sempat keluar dan bekerja saat makanan telah ditelan.

    Selain itu, dengan makan perlahan, kita dapat merasakan apakah makanan yang masuk telah mencukupi kebutuhan kita atau belum. Sering terjadi saat kita makan dengan cepat, perut belum terasa terisi sehingga terus – menerus kita isi lagi, hingga saat kita berhenti makan dan merasa kenyang, tiba – tiba saja rasanya sangat kenyang dan penuh. Dikarenakan kita baru merasakan makanan yang telah terisi tersebut. Dan dikatakan berdasarkan penelitian, 80% orang yg obese memiliki sikap makan dengan cepat.


  • Makan makanan yang sehat, meski tidak disukai sekalipun.
    Kita tidak bisa setiap kali makan makanan yang enak dan hanya kita sukai. Sebagaimana kita tahu tidak semua makanan yang enak dan kita sukai bagus bagi kesehatan. Meskipun makan makanan yang lembut adalah lebih mudah dan menyenangkan, namun biasakan makan makanan yang sedikit keras yg baik bagi pertumbuhan gigi dan gusi kita. Mereka yg terbiasa makan makanan yang keras akan memiliki gigi dan gusi yang lebih kuat, sehingga tidak mudah terkena radang gusi, gusi berdarah, dan lainnya. Selain itu, makanan yang keras atau susah digigit, biasanya mengandung banyak serat yang berguna bagi pencernaan.


  • Duduk tegak saat makan.
    Rupanya kebiasaan warga Jepang kalangan atas saat makan dengan sikap duduk tegak, kini beralasan. Tadinya saya kira itu hanya sebuah etiket saja, namun ternyata ada alasan kesehatannya. Sikap duduk tegak akan mempermudah asupan makanan masuk ke dalam perut. Dengan begitu, kadar asupan makanan lebih mudah terasa, apakah cukup atau tidak. Selain itu, posisi perut yang tertekan saat duduk tidak tegak, akan menghambat dan mengganggu pencernaan makanan. Posisi terbaik adalah duduk dengan ketegakan 90 derajat, dan makan menggunakan meja tinggi dan kursi tinggi, bukan lesehan, sehingga jalan makanan tidak terganggu.


  • Saat makan harus fokus.
    Sebaiknya tidak berbicara dan tidak sambil berjalan – jalan. Terutama untuk anak – anak, karena dengan berjalan – jalan, asupan makanan tidak seimbang dan tidak berkesinambungan. Selain itu proses makan akan menjadi tidak menarik dan terganggu. Sedangkan dengan berbicara saat makan, selain tidak sehat dikarenakan adanya kemungkinan saliva yang melompat keluar, kita juga mengganggu proses makan tersebut, karena mulut yang seharusnya digunakan untuk mengunyah makanan secara sempurna jadi harus terbagi dengan sambil berbicara, dan mungkin jadi hanya mengunyah di satu sisi rahang.


  • Setelah makan, usahakan berjalan – jalan santai minimal 200 langkah.

    Setelah makan, anda pasti istirahat duduk sekitar 10 menit, kemudian pastikan anda berjalan – jalan santai minimal 200 langkah. Hal ini berguna untuk melancarkan proses pencernaan makanan, dan memastikan perut anda tidak terlalu penuh. Tidak perlu berlari ataupun terburu – buru, cukup berjalan biasa saja. Apabila di dalam rumah, cukup berjalan bolak balik di dalam rumah. Apabila di luar, bisa berjalan – jalan sambil menghirup udara segar. Apabila anda ingin lebih baik, maksimum anda bisa berjalan – jalan selama 20 menit. Kemudian pastikan setelah itu anda duduk dan beristirahat. Tidak diperbolehkan untuk berolahraga, berlari, berkuda, dll setelah makan karena rentan menyebabkan usus buntu. Dan berjalan – jalan ini tidak diperbolehkan bagi mereka yg mengindap penyakit seperti diabetes dll, karena akan mengacaukan kerja kadar gula dari pengobatan mereka, sehingga disarankan untuk konsultasi dengan dokter terlebih dahulu.


  • Massage perut anda.
    Sambil berjalan – jalan sebaiknya anda melakukan pijatan ringan pada bagian perut. Caranya mudah, gosok kedua telapak tangan anda hingga hangat, kemudian pijat perut dengan kedua tangan searah jarum jam sebanyak 36 kali, dan lawan arah dari jarum jam sebanyak 36 kali lagi. Gerakan pijat ini diyakini mengumpulkan chi (energi) baik ke arah perut untuk membantu proses pencernaan makanan.


  • Berkumur setelah makan.
    Ini berguna untuk menjaga kesehatan gigi, radang, dan gusi. Setiap selesai makan, pasti akan selalu ada sisa makanan dalam mulut, Jadi pastikan anda berkumur setelah makan, terutama setelah makan makanan yang manis. Berkumur ke segala arah sekitar 3- 4 kali setiap selesai makan.




Selain dari beberapa aturan basic tadi, diberitahukan juga bahwa sebaiknya tidak mengkonsumsi banyak garam, dikarenakan garam dapat menyebabkan tekanan darah tinggi. Selain itu, garam bersifat mengikat cairan, sehingga apabila kita memakan banyak garam, maka cairan dalam tubuh akan diikat dan tidak berputar dengan baik. Jadi apabila kita minum air baru, cairan lama yang terikat oleh garam tersebut akan tetap bertahan dan justru cairan baru yang akan terbuang. Hal ini menyebabkan proses sirkulasi pembersihan dalam tubuh tidak optimal. Selain itu, dengan banyaknya cairan yang diikat, akan menyebabkan tubuh anda semakin gemuk, dan terhambatnya jalur pencernaan yang ada. Salah satu bukti garam adalah pengikat cairan adalah guna dan fungsi dari oralit serta minuman isotonik lainnya.



Kemudian juga diberitahukan bahwa bagi mereka yang mengalami bleeding atau pendarahan, baik berdasar operasi, menstruasi, dan lainnya, dilarang makan yang pedas – pedas, atau menggunakan banyak rempah. Makanan tersebut akan memacu beberapa zat dan memperlambat pengeringan luka tersebut. Yang ini tidak terlalu banyak dijelaskan mengapa dan lainnya.



Disebutkan juga tadi bahwa setiap orang memiliki perbedaan suhu tubuh. Misalnya saat sedang sakit batuk, maka perut seseorang cenderung panas, jadi tidak boleh makan sesuatu yang panas, seperti goreng2an tentunya, makanan pedas, dan yang perlu diperhatikan juga adalah daging, buah – buahan dan sayur – sayuran yang termasuk kategori "heaty". Saya tidak terlalu ingat contohnya, tetapi diantaranya adalah kepiting, cumi, udang, jeruk, lychee, alpukat, sawi putih, bohchoy, dll. Dan untuk kategori daging, termasuk daging dari binatang – binatang yang hidup di udara dingin seperti rusa kutub, hiu, dll, karena hewan2 tersebut memiliki suhu tubuh yg lebih tinggi untuk hidup di suhu dingin sehingga tergolong daging hewan yg "heaty". Untuk minuman pun haruslah air yang sesuai suhu ruangan, tidak boleh air dingin ataupun air panas.



Sedangkan saat sedang flu atau perut terasa dingin, tinggal di tempat dingin, maupun orang2 yg memiliki suhu tubuh lebih rendah, tidak disarankan untuk mengkonsumsi makanan yg "cool" diantaranya semangka, melon, pear, li, selada, ikan, cumi, dll.



Sebetulnya, semua cara dan pesan ini sudah sering sekali saya dengar. Dan saya yakin semua orang juga sudah sering mendengarnya. Tapi baru sekarang ini saya mengetahui secara jelas, mengapa semua itu harus dilakukan. Dan satu pesan terakhir dari acara tadi cukup menjadi alasan mengapa semua ini ada baiknya dilakukan, yaitu "Mungkin masalah pencernaan adalah masalah yang biasa dan remeh bagi orang banyak, namun dengan sistem pencernaan yang terawat dengan baik, sama seperti mesin yang dirawat dengan baik, maka bisa memperpanjang usia kesehatan anda sekitar 10-20 tahun."



PS: Apabila ada yg berprofesi dokter dan membaca ini semua, mohon dikoreksi apabila ada kesalahan, atau apabila ada yg menonton acara yg sama, mohon juga dikoreksi, karena acara tersebut dibawakan dalam bahasa mandarin dan inggris, sehingga khawatir ada translation atau makna yang salah tangkap, atau mungkin juga acara tersebut merupakan acara dari beberapa tahun yang lalu yang ditayangkan ulang, sehingga justifikasi medisnya tidak berlaku lagi sekarang atau telah berubah. Terima kasih.









eserpe wrote on Jan 3, '07
10-20 tahun? Hmmm...cuma dari hal-hal sepele ya...
viliaciputra wrote on Jan 4, '07
eserpe said
10-20 tahun? Hmmm...cuma dari hal-hal sepele ya...
Yah begitulah :) Hal2 sepele yang dilakukan bertahun - tahun, sama seperti tetes - tetes air yang membolongi batu setelah bertahun - tahun. :)
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help