 | Category: | Movies | | Genre: | Action & Adventure |
Awalnya waktu nonton film ini, mikirnya bakalan nonton sesuatu yg expected. Ternyata setelah nonton, bener2 di luar dugaan. Plot nya bagus, pemilihan karakter bagus, dan akhir yg enggak disangka2 juga. :)
---Sedikit spoiler neh, buat yg belom nonton jangan dibaca ya. :) ---
Gue enggak nyangka aja kalau Rachel bakalan mati. Karena biasanya ceweknya jagoan pasti aman, dan biasanya si jagoan juga memilih menyelamatkan ceweknya dengan alasan lemah dan sangat perlu dibantu. Tapi di film ini, si Bruce justru berpikir secara logis tentang mana yg lebih dibutuhkan.
Overall film ini bagus dan membuat gue banyak berpikir. Kebanyakan dari kita mirip dengan orang - orang di Gotham City, dan sebagian dari kita mirip dengan Harvey Dent yang dengan berani dan lantang menantang kejahatan dan kegelapan serta menyokong kebaikan dan keadilan. Masalahnya semua orang juga bisa kalau situasinya lagi bagus dan kita berada di atas angin. Tapi kalau situasinya berubah dan kita dalam keadaan tertekan dan kehilangan segalanya atas apa yg kita usahakan, mirip dalam posisinya, mampukah kita berpikir logis dan tetap berdiri tegak menyokong kebaikan dan keadilan?
Film yg menarik. Overall 5 bintang layak lah. 
  | Facebook | Jul 14, '08 5:03 AM for everyone |
Udah lama banget dengar orang - orang bilang dan blogging tentang Facebook. Banyak yg bilang kalau Facebook itu beda, seru, menyenangkan. Banyak juga yang invite dan nyuruh join Facebook. Dan akhirnya kemaren ini gue baru join Facebook, sekedar iseng aja, pengen tau segimananya sih?
Dan ternyata....gue merasa bosan.
Swear, entah kenapa gue malah merasa amat sangat bosan. Aplikasinya terlalu banyak dan ribet dan yg paling utama....gak penting. Mungkin emang cocoknya untuk yg suka lucu-lucuan dan gaya - gayaan untuk fun ya.
Terus terang gue malah ngerasa ga dapet manfaatnya di sana. Maksudnya..kalau kayak di Multiply kan jelas, bisa baca tulisan - tulisan orang lain, bisa dapat review pasti, bisa dapat ide baru, dapat kabar temen lengkap dll. Kalau kayak Friendster udah jelas, dia penggagas social networking lah, so bisa ketemu semua temen di sana. Atau kayak flickr dll pun jelas. Di sana....kayaknya cuma ngabisin waktu doank. Well..lumayan sih buat kalo pas bosen, tapi bener2 enggak kerasa manfaatnya aja sih.
Kemaren ini ngeliat temen ada yg nulis di statusnya: "Facebook, please! I'm trying to do my work!" membuat gue jadi berpikir....semembosankan apakah pekerjaannya sampai2 facebook lebih menarik baginya? :O Mungkin gue yg salah kali ya, menurut gue ga ada yg lebih membosankan dari membuang - buang waktu ataupun membiarkan waktu berlalu tanpa makna.
But well...itu cuma pendapat gue doank sih. :) So...dua bintang cukuplah.
 Winna sudah pernah mereviewnya di SINI, namun waktu itu saya belum terlalu tertarik untuk mencobanya, sampai saya melihat sebuah iklannya di mana si model mengenakan empat buah warna (coklat, hijau, kuning, orange) lipstick edisi transparant-nya, yang membuat saya jatuh hati seketika. Setelah mencobanya, saya lebih terkagum – kagum lagi. Lipsticknya terasa sangat ringan dan lembab di bibir. Lembab, bukan lengket. Jadi meskipun sedikit berminyak, namun tidak saling menempel, melainkan hanya melembabkan. Ini dikarenakan produk - produk Shu Uemura memang memiliki basis campuran minyak alami yang ditujukan untuk memperbaiki struktur kulit. Saya seperti tidak mengenakan lipstick apapun. Hebat sekali! Ini pertama kalinya saya merasa ringan saat mengenakan lipstick. Biasanya saya menyukai Bobby Brown untuk produk lipstick, namun harus saya akui, lipstick Shu Uemura ini benar – benar berbeda. Selain rasanya yang ringan, warnanya pun terlihat transparant. Hampir seperti warna bibir asli, tidak terlihat seperti khusus mengenakan lisptick. Selain itu yang menyenangkan adalah, warnanya bisa dipadu padankan dan dicampur – campur. Saya membeli warna pink, orange, dan kuning. Saya sudah mencoba mencampur ketiganya, maupun mencampur kedua dari masing- masing warna, dan hasilnya sangat bagus. Warna kuningnya memberikan kilau keemasan apabila dicampur dengan orange, dan memberikan warna peach saat dicampurkan dengan pink. Sayang sekali warna hijau mudanya sudah habis dan tidak di stock ulang, padahal saya sangat – sangat menginginkannya, karena ingin mencampurakan beberapa warna seperti yang terlihat di iklan. ;D hehehe.... Overall, lipstick ini recommended sekali. Ini adalah salah satu lipstick yang selalu saya bawa ke manapun saya pergi. TIPS:- Coba dulu sebelum membelinya, karena koleksi Shu Uemura punya banyak sekali range warna yang beragam, dan mungkin ada warna lain yg lebih cocok untuk anda. - Seingat saya koleksinya terbagi dua, ada yg edisi transparant dan ada yg tidak. Yang transparant biasanya hasilnya lebih tipis namun lebih basah. Pastikan mana yg lebih cocok untuk anda. - Coba lakukan pencampuran warna di tempat atau minta saran SPG nya, karena anda bisa mendapatkan hasil yang tidak terduga. - Ini sebetulnya insider tips ;-), coba bargain untuk discount 10% dengan SPG nya apabila anda sudah menjadi customer loyalnya. Biasanya untuk member atau customer loyal diberikan discount 10% saat tidak ada event. - Apabila anda ingin mencoba produk lainnya, bisa coba untuk meminta testernya terlebih dahulu. Brand: Shu Uemura Price: Rp 230.000 
 Wewangian Cherry Blossom atau Sakura, sedang menjadi tren di mana – mana. Sebelumnya Winna telah membahas tentang Cherry Blossom dari Body Shop, dan sekarang saya ingin membahas mengenai Cherry Blossom dari L'Occitane.
Sebelumnya saya sudah sangat menyukai Cherry Blossom EDT dari L'Occitane. Waktu itu Cherry Blossom masih menjadi limited edition. Pertama saya mencoba solid perfume nya, dan jatuh cinta seketika. Harumnya meski manis, namun ringan dan tidak memenuhi rongga sewaktu menghirupnya. Setelah lama dipakai, harumnya berbaur dengan harum alami dari tubuh saya dan saya menyukainya.
Jadilah saya berburu EDT-nya, dan ternyaa habis di mana – mana. Saya mencari ke beberapa outlet dan butik nya sampai akhirnya memutuskan untuk menitip dari seorang sahabat saya untuk membelinya di Singapura. Namun kini EDT Cherry Blossom nya dan berbagai varian seri nya sudah bisa dibeli di counter dan butik di Jakarta.
Meski telah memiliki solid perfume dan EDT nya, saya tetap menyukai Touchee Parfumee- nya ini. Mengapa? Karena wanginya bertahan cukup lama, dan mudah di bawa ke mana – mana. Apabila solid perfume nya harus menggunakan jari untuk mengoleskannya (sebagian orang mungkin ada yang merasa risih atau kotor menggunakan jari), maka fragrant touch ini menggunakan kuas. Bentuknya berupa botol kecil berisi parfum gel, yang bisa dioleskan di tempat yang anda inginkan.
Cocok sekali untuk travelling dan dimasukkan ke dalam pouch daily bag anda. Wanginya juga tahan sekitar 4-5 jam apabila anda tidak berkeringat. Dan sekitar 2-3 jam apabila berkeringat. Harganya pun sangat masuk akal, sehingga cocok bagi anda yang tidak ingin membeli parfum dalam jumlah besar dah harga tinggi.
Selamat mencoba, dan katakan pendapatmu di sini ya..! :)
Tips: * Oleskan gel nya di pergelangan tangan, belahan dada, dan belakang kuping, untuk keharuman yang lebih lama dan lebih tercium. * Oleskan gel di bagian atas telapak tangan dan siku untuk memberikan sensai keharuman saat anda bergerak. * Pastikan untuk mencobanya sebelum anda membelinya. Biarkan cukup lama agar dapat berbaur dengan keringat anda. Apabila harumnya masih anda sukai, maka anda layak mempertimbangkan untuk membelinya.

 Sewaktu membeli Clarins Pore Minimizing Serum, saya diberikan dua tube sample dari Clarins Mat Express Instant Shine Control Gel ini. Fungsi dari gel ini adalah untuk penampilan wajah yang lebih matte dan tidak terlihat berminyak, meskipun sudah dikenakan lama dan saat berada di cuaca yang panas dan lembab sekalipun. Namun yang ini bukan perawatan, melainkan untuk penampilan secara instant. Diantaranya untuk membantu menahan kosmetik lebih lama bagi para pemilik wajah berminyak, juga untuk membuat tampilan wajah lebih segar tentunya. Teksturnya berupa gel, mirip dengan gel skin booster seri Vitamin C-nya Body shop. Hanya dengan sedikit pemakaian, sudah bisa coverage area yang cukup luas. Gel nya cepat kering dan juga tidak terasa lengket sama sekali. Saat membaca boxnya, saya tidak yakin dengan hasilnya. Paling - paling mirip dengan gel - gel maupun produk sejenis yang dikeluarkan oleh brand - brand lain. Sekarang sudah banyak brand - brand yang mengeluarkan produk untuk mengurangi minyak wajah secara instan untuk menahan kosmetik lebih lama. Biasanya hanya tahan 1-4 jam pemakaian saja, dan setelah itu tetap saja minyak di wajah saya kembali. Tapi ternyata saya salah. Produk yg ini cukup berbeda. Paling tidak saya sendiri menyadari dan merasakan bahwa minyak di wajah saya berkurang. Dan lama pemakaian hingga 9 jam, padahal saat itu saya sedang mondar mandir kepanasan dan berkeringat. Kalau biasanya, dalam keadaan seperti itu, 3 lembar kertas minyak pasti sudah habis. Tapi setelah memakai produk ini, paling hanya 1 lembar kertas minyak saja. Setelah pemakaian, kulit terasa lembut dan segar. Namun di wajah tetap terasa enteng dan tidak lengket sama sekali. Saya juga tidak mengalami kesulitan mengenakan bedak powder setelah memakai gel ini. Jangan tanyakan pada saya cara kerjanya. Saya juga tidak tahu. Awalnya saya sudah was - was, jangan - jangan cara kerjanya menutup pori - pori saya. Yang akibatnya setelah dibersihkan nanti malah akan merangsang produksi minyak di wajah. Tapi ternyata setelah dicuci pun baik - baik saja. Tidak menimbulkan jerawat juga. Sangat - sangat efektif dan efisien. Recomended sekali. TIPS:- Pemakaiannya cukup dalam jumlah kecil di tap di daerah kening, pipi, dagu, daerah T, dan lainnya. Sedikit saja sudah cukup untuk seluruh wajah. - Setelah pemakaian pijat wajah sejenak. - Bisa dikenakan di atas kosmetik. Apabila daerah berminyak sudah mulai terlihat mengkilap, langsung oleskan saja di atasnya. 
 Sejak dulu produk – produk Clarins memang sudah terkenal akan khasiatnya untuk perawatan kulit. Mulai dari perawatan sederhana hingga perawatan yang lebih membutuhkan formula khusus seperti selulit.
Saya bahkan sudah melihat mama saya menggunakan beberapa produk Clarins secara berkala, sejak saya masih kecil. Namun sudah berlalu beberapa tahun berlalu sejak terakhir kali saya memakai produk Clarins untuk wajah (terima kasih kepada kegemaran saya mencoba kosmetik baru :D)dan baru kemarin saat ada seorang kenalan yang menanyakan produk untuk mengurangi selulit, saya mengingat nama Clarins kembali.
Sewaktu browsing ke situsnya, saya menemukan bahwa Clarins ternyata memiliki produk yang dikhususkan untuk kulit berminyak. Jadi sewaktu saya mendatangi counternya, yang saya cari tentunya produk – produk tersebut. Saya menanyakan apakah ada perawatan untuk mengecilkan pori – pori, dan kemudian di suggest oleh SPG nya untuk menggunakan Clarins Pore Minimizing Serum.
Clarins Pore Minimizing Serum ini berfungsi untuk mengecilkan pori – pori, dengan memperbaiki sel kulit sekaligus mengembalikan tekstur dan kekenyalan kulit, sehingga produksi minyak di wajah berkurang dan pori – pori menyusut. Dengan kembalinya kekenyalan kulit dan pori – pori yang mengecil, juga berarti penampilan kulit yang lebih halus dan terasa lembut. Menurut SPG nya, serum ini juga akan mengurangi komedo di hidung secara signifikan.
Sejak awal saya sudah diingatkan bahwa serum ini adalah perawatan, jadi bukan sesuatu yang instant hasilnya, melainkan dibutuhkan waktu kurang lebih satu bulan untuk hasil yang cukup terlihat. Juga dikatakan bahwa untuk kulit yang terlanjur rusak atau disebut sebagai scars, maka pengecilan pori – pori meskipun bisa namun tidak akan bisa kembali seperti normal lagi. Hal itu disebabkan tissue kulit sudah rusak dan bermutasi.
Mengenai proses bekerja dan perubahannya, dijelaskan bahwa pada minggu pertama, apabila pemakaian teratur, maka yang pertama terlihat adalah berkurangnya komedo di hidung dan mengecilnya pori – pori di daerah T. Meskipun tidak signifikan pengecilannya, namun pada beberapa orang sudah terlihat. Kemudian yang paling terasa adalah kekenyalan kulit bertambah sedikit demi sedikit.
Katanya lagi, pada minggu kedua, kulit akan terasa sedikit mengencang namun tetap kenyal. Komedo di hidung sudah hampir hilang dan tidak muncul, kemudian pori – pori di sekitar pipi akan mengecilsementara di daerah T sudah hampir kembali ke ukuran awal. Minggu ketiga tidak terlalu terlihat perubahan berarti, namun pada minggu ke empat, apabila dipantau terus menerus, akan terlihat perbedaan yang cukup signifikan dengan sebelum pemakaian.
Saya baru memakainya selama satu minggu, dan karena saya malas memantau melalui foto, ya saya hanya berusaha memperhatikan ciri – ciri yang diberikan tadi. Terus terang saya tidak bisa benar – benar mengetahui apakah ada perubahan. Mungkin karena melihat setiap hari ya, jadi kalau pori – porinya mengecil pun tidak terlihat. Tapi mengenai komedo yang hilang, kemudian kulit yg terasa lebih halus dan kenyal, itu memang benar – benar terasa. Satu – satunya komentar yang dikatakan oleh sahabat saya adalah bahwa kulit wajah saya terlihat lebih cerah. Entah cerah karena pori2 mengecil sehingga refleksi sinar terhadap kulit lebih bagus, atau cerah efek dari serumnya, ataupun memang sekedar cerah saja.
Sepertinya saya akan menunggu sampai satu bulan pas, dan nanti akan coba saya perhatikan hasilnya baik – baik. :) Hehehe.... Fe juga sudah berjanji akan memperhatikan perubahan kulit wajah saya di setiap pertemuan, jadi kita lihat nanti ya.
TIPS : - Untuk produk perawatan, serum adalah pilihan terbaik, karena serum berisi konsentrasi (concentrate) atau inti dari keseluruhan bahan yang dibutuhkan dalam proses perawatan tersebut. Selain itu, serum biasanya juga meresap lebih mudah sehingga lebih efektif dan efisien dari segi pemakaian dan segi waktu. - Cara pemakaiannya dengan di pump 2-3 kali, kemudian digosok perlahan di telapak tangan untuk membuatnya hangat, lalu ditepuk - tepuk di daerah sekitar wajah atau di bagian yang pori - porinya besar. - Pemakaian pagi dan sore setelah mandi. Digunakan sebelum menggunakan produk perawatan apapun.
Produk: Clarins Pore Minimizing Serum Brand: Clarins, Paris. Harga: Rp 260.000

 | Category: | Movies | | Genre: | Drama |
Mau nulis review film ini tapi selalu terlupakan. Topik ceritanya sedikir dark, dan alurnya sedikit lambat. Selain itu banyak makna tersirat yang belakangan baru ketauan makna tersuratnya. Jadi nonton film ini memang harus seperti makan lobster, yaitu dinikmati pelan - pelan sampai akhir dengan penuh kesabaran.
Yang paling gue suka dari film ini jelas endingnya. Ending yg tidak terduga sama sekali, dan salah satu ending yg paling bagus yang bisa didapatkan untuk cerita ini. Cool berat.
Akting George Clooney di film ini juga top berat. Seperti biasa, pembawaan George Clooney memang tenang, dan dia cocok memerankan tokoh2 seperti ini.
Overall 5 bintang! 
 | Category: | Movies | | Genre: | Action & Adventure |
Film ini walaupun judulnya three kingdoms, tapi lebih menyorot sisi sejarah dari kehidupan Zhao Zilong atau dikenal juga dengan Zhao Yun, anggota termuda dari jendral 5 macan kerajaan Shu yang dipimpin oleh Liu Bei.
Sedikit modifikasi cerita dilakukan untuk mempermudah alur cerita, dan dimasukkan juga beberapa bagian yang didasarkan dari novel Romance of the Three Kingdoms, untuk membuatnya menarik.
Buat yang cukup mengenal three kingdoms, mungkin tidak terlalu kesulitan mengikuti jalan ceritanya, tapi penggemar berat three kingdoms yang berharap mendapatkan gambaran visual dan data secara lengkap, mungkin juga sedikit kecewa karena film ini tidak masuk secara mendalam ke detail - detail sisi kehidupan Zhao Zilong. Beberapa adegan terasa terlalu cepat dan tidak memuaskan rasa penasaran saya yang mengharapkan penggambaran secara detail.
Sedangkan untuk yang belum tahu tentang three kingdoms, mungkin akan sedikit sulit memahami posisi dan peran - peran penting tokoh - tokoh yang ada di dalamnya, karena sedikitnya ulasan tentang tokoh - tokoh yang saling berkaitan tersebut.
Saya pikir, kendalanya memang di durasi. Cerita lengkap tentang three kingdoms sangatlah panjang, bahkan apabila menonton serial TV nya akan ada 84 episode. Itu baru penggambaran secara garis besar tentang keadaan sejarah dan watak umum setiap tokoh. Belum termasuk pendalaman ke kehidupan dan pengalaman setiap tokohnya. Jadi, wajar kalau durasi jadi issue di film ini. Mungkin seharusnya durasi ditambah dan detail2 di film nya ditambah. Tapi di luar semua itu, film ini menurut saya jempolan.
Dari segi alur cerita, sangat menarik. Menontonnya tidak terasa lama, malah terasa cepat sekali. Visualisasi keadaan peperangan dan lokasinya hingga wardrobe nya pun sangat bagus. Akting tokohnya jangan ditanya lagi. Andy Lau memang selalu cocok memainkan peran - peran pemimpin besar dalam film peperangan seperti ini. Wibawa yang ditunjukkannya sangat terasa. Samo Hung juga merupakan jaminan akting yang mumpuni. Ditambah Maggie Q yang selain cantik, di film ini akting dan posenya cool sekali. Terasa sekali kekuatannya sebagai wanita yang berada di peperangan para pria.
Overall menurut saya film ini worth untuk ditonton. Seperti biasa, saya tidak akan memberikan resensi jalan ceritanya. Googling saja, saya rasa akan banyak yg memberikan resensi cerita dengan lebih baik. Sebagai gantinya di bawah saya akan menuliskan kesan - kesan dan pemikiran saya atas film ini. Untuk yg tidak berminat membacanya, anda bisa berhenti membaca sampai di sini. :)
Di luar efek visual dan alur ceritanya, menonton film seperti ini selalu membuat saya berpikir banyak sekali tentang nyawa, tentang kebesaran hati, kepercayaan, kehidupan, dan lainnya. Kehilangan satu nyawa dari bayi kelinci saja membuat saya menangis seharian. Bagaimana rasanya menjadi pemimpin yang kehilangan nyawa ratusan ribu orang yang mempercayakan nyawanya di tangannya?
Saat itu masih bisakah kita berbicara tentang cinta yang menye - menye? Masih bisakan bicara tentang kepentingan dan kebutuhan pribadi? Masih bisakah bermain - main dengan hidup? Masih adakah istilah menikmati hidup?
Saya sering terkagum - kagum dengan kekuatan mental para pemimpin itu dan orang - orang jaman dulu terutamanya. Mungkin itu sebabnya umur mereka panjang, karena mental mereka kuat. Mereka terbiasa dengan masalah - masalah besar, sehingga masalah - masalah kecil tidak lagi berarti untuk dipikirkan.
Saya jadi sedikit bercermin. Kehidupan yang saya jalani sekarang, dan yang sering saya kecam sebagai membosankan dan sedikit tidak menyenangkan, ternyata amat sangat jauh lebih mudah dan menyenangkan dibanding kehidupan di jaman itu.
Hidup di jaman saya sudah menjadi sebuah hak yang diakui semua orang di seluruh dunia. Saya bahkan hanya perlu memikirkan bagaimana caranya untuk mempertahankan hidup sendiri, dan bukan hidup orang lain. Saya hanya perlu mengolah agar dapat bertahan sampai kembali mati dan agar selama hidup tidaklah membosankan. Rasa aman meskipun tidak pernah seratus persen ada, tetapi selalu bisa saya temukan hampir setiap waktu.
Dibandingkan dengan kehidupan di masa - masa itu, apa yang perlu saya khawatirkan dan permasalahkan secara berlebihan dalam hidup saya di masa kini?
Saya jadi berpikir juga, kita masih sering mewujudkan musuh dalam peperangan yang ada sekarang ini. Sebutlah nama negara lain, agama lain, ras lain, keyakinan yang lain atau sebutlah apapun namanya. Apapun itu, semuanya yang berbeda diwujudkan sebagai musuh. Sebetulnya kita sedang berperang dengan apa sekarang ini? Bukankah peperangan yang tersisa hanyalah peperangan dengan diri sendiri?
Menyalahkan dan menjadikan segala hal yang ada sebagai alasan atas ketidakmampuan dan ketidakberhasilan kita adalah hal yang mudah, tapi bagaimana bisa mengalahkan lawan yg berwujud dan tak berwujud kalau melawan diri sendiri saja belum mampu?
Saya jadi menyadari kalau saya belum sekuat yang saya mampu, belum berusaha sekeras yang saya bisa, dan belum menjadi sebesar dan sehebat yang seharusnya. Saya masih sangat jauh dari pribadi yang seharusnya. Dan masih amat sangat jauh dari sikap pemimpin yang besar. Masih harus banyak belajar.
Keluar dari bioskop, mata saya sedikit bengkak. Sedikit sedih, iya. Tapi lebih banyak terharu dan kagum. Hebat. Sebetulnya film - film seperti ini yang dibutuhkan negara kita untuk bercermin dan meningkatkan rasa nasionalisme. Agar semua orang bisa memahami, berapa besar pengorbanan dan berapa banyak nyawa para pendahulu kita untuk sebuah nilai 'kemerdekaan' yang kita rasakan sekarang.
Andaikan para sineas dan pembuat film muda kita bisa mencoba mengangkat topik2 seperti ini untuk film - film kita ya, dan bukan melulu tentang cinta - cintaan yang menye - menye ataupun hantu - hantuan yang tidak mendidik. *sigh* 
 Kian banyak brand - brand cosmetic yang menggunakan bahan dasar mineral sebagai bagian dari produk cosmetic mereka. Salah satunya adalah L'Oreal yang belum lama ini meluncurkan produk terbarunya, L'Oreal Bare Naturale Powdered Mineral Foundation.
KENAPA SAYA TERTARIK UNTUK MENCOBANYA? Pertama melihat, terus terang saya tertarik dengan packagingnya. Saya pikir, ini jenis bedak tabur yang langsung disapukan dari kuasnya, seperti produk yang tersedia di Boots ataupun seperti jenis concealer YSL dan sejenisnya, yang cukup dikocok kemudian dikenakan ke wajah.
Namun ternyata saya salah. Bedaknya tetap ditempatkan tertutup dan kuasnya tetap harus dibuka dan dicelupkan ke bedak terlebih dahulu sebelum digunakan. Sedikit ribet memang, tapi cukup efisien karena packagingnya dibuat simple.
Yang kedua tentunya tulisan Mineral yang terpampang di label produk tersebut. Menarik, karena selama ini L'Oreal belum mengeluarkan produk mineral. Dari kebanyakan produk mineral cosmetic, saya cukup menyukai sebagian besarnya dan merasa cukup cocok, karena selain lebih natural, juga lebih terasa ringan.
Yang ketiga adalah tulisan foundation di belakang tulisan mineral di label produk tersebut. Foundation? Berbentuk bubuk tabur? Nah, ini patut dicoba.
Selama ini saya cukup tersiksa dengan foundation cair, stick, ataupun cream yang membuat wajah saya terasa lengket dan terlihat lebih berminyak. Beruntunglah saya sewaktu ada pressed powder and foundation, dan terlebih lagi saat mousse foundation diciptakan, jadi saya bisa sedikit bernafas lega. Lalu sekarang ada yang berbentuk tabur yang jauh lebih ringan lagi, tentu akan saya coba!
APA KEISTIMEWAAN PRODUK INI? Yang pertama tentu bentuknya yang berupa bubuk tabur. Selain lebih ringan dari foundation cair, stick atau cream, tentunya juga lebih matte (tidak berminyak) tampilannya saat dikenakan. Tapi pertanyaan selanjutnya tentu adalah, apakah produk berbentuk bubuk tabur ini bisa menutup tampilan kulit secara merata sebagaimana yang bisa dilakukan oleh foundation cair, stick atau cream?
Sebagaimana kita ketahui, loose powder tidak bertahan terlalu lama dibandingkan pressed maupun liquid powder yang bisa bertahan hingga 5-8 jam. Jadi secara logika tentunya produk ini juga memiliki daya tahan yang lebih singkat.
Namun setelah saya coba, ternyata foundationnya bisa bertahan hingga 8 jam! Karena kulit saya termasuk kulit berminyak, maka setelah 5 jam pemakaian terlihat sedikit berminyak di daerah T, tapi dengan pemakaian kertas minyak dan sedikit sapuan touch up, hasilnya sudah sempurna lagi.
Yang membuat saya kaget adalah hasil coverage-nya di kulit wajah yang sangat signifikan dan merata. Kulit terlihat rata warnanya, terasa halus uga lembut, dan tidak terlihat tebal sama sekali. Selain itu saat dikenakan, terasa sangat - sangat ringan. Hampir seperti hanya mengenakan loose powder.
Pemakaiannya juga sangat - sangat mudah dan packagingnya sangat membantu untuk dibawa - bawa bepergian maupun untuk disimpan.
DIBANDINGKAN PRODUK LAINNYA? Sebagaimana yang saya tulis di atas, sebelumnya sudah ada beberapa produk yang menggunakan mineral dan cukup dikenal, diantaranya adalah Bare Minerals, Physician's Formula, dan lainnya.
Hampir kesemuanya bagus dan cocok di kulit. Mungkin itulah salah satu kelebihan produk mineral, yaitu lebih alami dan lebih ringan, selain tentunya lebih banyak kegunaan untuk kulit dibanding kosmetik biasa.
Namun tentunya produk lainnya sedikit sulit didapatkan di Indonesia, dan apabila bisa, maka harganya akan lebih mahal cukup jauh. Dengan adanya produk L'Oreal ini, selain lebih mudah didapat, harganya juga cukup bersahabat untuk hasil yang sempurna, kegunaan yang banyak, dan packaging yang bagus.
Sebagai informasi, saya sudah pernah mencoba beberapa produk L'Oreal lain sebelumnya dan kebanyakan kurang cocok dengan kulit saya. Tapi produk ini sudah saya coba dan ternyata cocok - cocok saja di kulit saya yang rewel ini.
SECARA KESELURUHAN? Menurut saya sangat recomended sekali. Harga dan hasil sebanding, dan karenanya menjadi salah satu produk must-have saya untuk kategori foundation.
TIPS: - Seperti biasa, coba dulu sebelum membeli. Tersedia empat warna, dan karenanya anda harus mencoba warna mana yang selaras dengan warna leher anda, agar hasilnya menjadi warna kulit yang merata. - Kalau anda cukup rajin, cobalah membeli dua warna dan campurkan sampai anda menemukan shade khusus yang sesuai dengan warna kulit anda. - Kuas yang diberikan sebetulnya cukup bagus, namun apabila anda ingin hasil yang lebih sempurna, atau apabila anda sama rewelnya seperti saya, yang mengharuskan kuas bedak lembut di wajah, maka anda bisa mencoba membeli kuas bedak lainnya yg lebih lembut dan lebih lentur. Dengan begitu hasilnya juga lebih maksimal. - Apabila anda merasa packagingnya terlalu besar untuk dibawa - bawa, cukup pindahkan tempatnya ke powder case lainnya, kemudian bawa serta kuas lain yang ukurannya lebih kecil. - Jangan lupa, cara pemakaian bedak tabur maupun foundation tabur yang benar adalah dengan menepuk kuas di titik - titik tertentu kemudian dioles memutar dengan ringan. - Selamat mencoba! :D Nanti review juga di sini kalau sudah dicoba ya.. hehe..:)
Produk: L'Oreal Bare Naturale Powdered Mineral Foundation Harga: Rp 130.000
PS: Mau nambahin dikit, di Indonesia ternyata pake nama L'oreal True Match Minerals; Mineral make-up foundation like coverage dan SPF nya 15. :) Beda dengan yg versi US nya. 
 Pertama mencium harumnya saat saya hendak membeli Whitw Musk Perfume Oil di salah satu counter Body Shop. Waktu itu SPG nya mengatakan bahwa ini adalah salah satu wewangian baru yang akan diluncurkan oleh Body Shop beberapa bulan ke depan. Yang ada di gerainya tersebut hanyalah sebotol sample-nya saja Melihat bentuk botolnya yang sleek namun cukup eye-catching dan warna birunya, saya sudah sangat tertarik. Apalagi setelah mengetahui bahwa aromanya adalah Aqua Lily dengan wangi dominan di Lily, wah saya langsung semangat. Lily adalah salah satu bunga favorit saya. Begitu mencium harumnya setelah disemprotkan di tangan saya, saya langsung ber-bargain keras dan merayu - rayu pada SPG nya agar diperbolehkan membeli sample parfum tersebut huhuhu...:D. Harumnya betul - betul menyegarkan sekaligus lembut! Mirip sekali dengan parfum lily milik ibu sahabat saya yang dibawa dari Paris sejak tahun 50-an. Harumnya tidak manis. Jadi bagi yang menyukai wewangian manis seperti vanilla dan sejenisnya, lebih baik mencoba menciumnya terlebih dahulu. Tapi bagi anda yang menyukai koleksi Oceanus-nya Body Shop yang sudah tidak di produksi ulang lagi, atau anda yang menyukai keharuman seri parfum Davidoff Cool Water, maka bisa dipastikan anda akan menyukai keharuman parfum ini. Bahan - bahan yang terkandung di dalamnya diantaranya adalah lily, green apple, watermelon, dewy bamboo, tangerine, pink pepper, yang dikombinasikan dengan floral notes muguet, rose, violet, dan reseda. Sentuhan sedikit cedarwood dan musk melengkapi dan menjadikan keharumannya sempurna. Setelah penyemprotan, harum pertama yang tercium adalah air. Seperti menenggak kesegaran air laut. Setelah beberapa detik, tercium harum kelopak mawar, kemudian sedikit violet, dan baru harum khas Lily yang terus menguat dan menetap hingga lama. Keharuman yang menurut saya hanya bisa dinikmati oleh perempuan dewasa. Feminin, lembut, dan bersahaja. Saya sangat menyukai harumnya yang tercium samar - samar saat saya menggerakkan tubuh, atau sekedar terhembus sedikit angin. Bahkan beberapa orang yang berpapasan dengan saya sempat terlihat menengok mencari asal bau harum tsb. Ini juga parfum pertama yang hanya dalam sekali cium, kekasih saya langsung menyukainya :D.  Selain parfum EDT nya, juga ada body spray, oil perfume, deodorant, body wash, body lotion, dan soap. Namun koleksi ini baru akan tersedia di gerai - gerai Body Shop bulan depan. Jadi apabila anda ingin membelinya, anda harus datang ke counter pamerannya di Mall Kelapa Gading 3. Kebetulan sekarang sedang discount promosi dan ada bermacam - macam hadiah untuk pembelian 2 buah produk hingga minimum nominal tertentu. Dan yang menyenangkan lagi, harga EDT nya sangat - sangat murah. Untuk 30ml hanya seharga Rp 130.000-an setelah discount. Untuk perfume oil-nya sekitar Rp 259.000 an. Sangat bersahabat kan? Range harganya dari Rp 45.000 - Rp 259.000. Lalu seperti biasa, membeli produk Body Shop berarti juga mendukung program Community Trade Aloe Vera mereka yg digunakan pada produk deodorant, Community Trade She Butter dari Ghana yang digunakan pada sabunnya, Community Trade Camomile Oil dari Norfolk, UK yang digunakan di shower gelnya, dan Community Trade babassu oil dari Brazil yang digunakan di body lotionnya. Menyenangkan bukan mendapatkan produk bagus dan berkualitas dari penjual yang memiliki standar etika tinggi? Berbelanja sambil berbuat baik. :)
 | Category: | Books | | Genre: | Teens | | Author: | Winna Efendi |
Saya termasuk di antara mereka yang tidak memiliki kenangan abu - abu. Saat SMU saya sudah berada di Malaysia untuk menuntut ilmu dan dihadapkan kembali pada masa - masa di mana saya harus beradaptasi dan bersahabat dengan kemandirian. Namun membaca Kenangan Abu - Abu ini membuat saya teringat dengan masa - masa SMP saya. Masa di mana saya merasa tahu dan merasa mampu berbuat apa saja, serta merasa bangga saat melakukan hal - hal bodoh.
Masa - masa indah di mana kebebasan dan keberanian yang sama tidak akan bisa terulang kembali, termasuk masa di mana saya masih begitu percaya bahwa cinta adalah seperti kisah - kisah para putri Disneyland yang saya tonton, bahwa cinta adalah selalu sejati, dan tanpa cinta yang satu itu maka segalanya musnah tak berarti.
Saat itu saya juga masih percaya bahwa pria sama dengan wanita, begitu juga dengan cara berpikir mereka dan bahwa mereka akan rela melakukan dan meributkan hal - hal kecil demi perasaan mereka, seperti halnya yang dilakukan oleh kaum sejenis saya.
Membaca buku ini seperti melintasi dimensi dan waktu, dan itu memang keahlian Winna dalam menulis yang jarang saya temukan di penulis muda lainnya, dia (Winna) mampu membawa saya larut dalam kisahnya seolah menjalaninya bersama mereka.
Konfliknya dibangun dengan sangat apik, karakter tokoh juga cukup jelas, meski reaksi yang timbul dari masing - masing tokoh tidak terlalu nyambung dengan saya. Mungkin karena anak - anak ini adalah anak - anak sekarang yang sudah menonton sinetron - sinetron Indonesia dan ada di sebuah dunia bebas informasi. Reaksi yang biasa timbul dari remaja seusia ini di masa saya dulu biasanya akan mementingkan sahabat di atas apapun dan para anak lelaki biasanya sangat tabu untuk berkelahi gara - gara seorang perempuan.
Namun apapun itu, novel ini sangat menyenangkan dan mudah untuk dinikmati. Kalau boleh memilih, karakter favorit saya adalah Moses :P.
Setelah selesai membaca novel ini dan menutup bukunya, saya jadi tiba - tiba ingin memutar lagu - lagu kenangan dulu dan mencoba mengingat - ingat kisah indah yang saya miliki.
Bravo to Winna. :) Ditunggu novel Ai nya ya. Dan apakah akan ada sekuel Kenangan Abu - Abu? Saya menantikan saatnya Kenangan Abu - Abu dibuat sinetron. :)
PS: Seperti biasa, saya tidak membahas isi bukunya. Kutipan bukunya bisa dilihat dari resensi di halaman belakang bukunya, yg saya copy di sini.
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Ini adalah cerita tentang dunia kita … dunia elu dan gue berdua! Dimana cinta selalu menjadi warna abu-abu yang membiaskan segala kenangan di bangku sekolah ESEMA. Diantara bilah-bilah kurang dari 1.100 hari, emosi, cinta, dan cemburu adalah ramuan yang selalu fatal. Membekas dan tidak pernah mau pergi. Sampai kapanpun!
Ini adalah certa tentang Freya, Moses, Gia, dan Adrian. 2 pasangan idola yang paling popular. Freya yang cerdas dan selalu mendapatkan beasiswa. Moses, sang ketua OSIS yang punya wibawa dan charisma. Adrina cowo gagak bertipe atlit, ganteng dan digandrungi semua cewek. Serta Gia cewek terpopuler di seluruh ESEMA. Berempat mereka terbelit tali cinta yang serba kusut dan membingungkan. Tapi apapun yang terjadi, inilah masa-masa kejayaan mereka. Merengkuh asmara dalam nadi-nadi darah muda. Inilah masa-masa yang patut dikenang.
Tapi entah bagaimana Moses tiba-tiba bisa melewati kompleks perumahan ini dengan mobilnya, dan melihat Freya dan Adrian sedang berpelukan. Moses masih berdiri memandang mereka berdua, meminta penjelasan. Tangannya terkepal, air hujan membasahi kaca matanya tapi dia tetap berdiri disana, menunggu.
“Gue sayang Freya”, Adrian akhirnya mengakui. Moses membencinya karena telah mengakui segalanya, “Aku membencinya karena telah mengakui segalanya, yang berarti melukai perasaan semua. Aku benci rasa sakit ini, menusuk-nusuk hatiku dan tidak mau pergi. Menusuk hati orang lain dan menambah kebimbangan”.
“Entah sejak kapan, tapi gue sayang dia. Tadi Gia udah tau yang sebenarnya, gue salah sama kalian berdua. Maaf”.
Rahang Moses mengeras, wajahnya menegang, “kalian pacaran di belakang gue dan Gia?”
Akhirnya terbongkar juga ‘perselingkuhan’ yang selama ini coba ditutupi oleh Adrian dan Freya, yang sangat menyakitkan bagi Gia dan Moses.
Ada suatu saat dimana kita tidak bisa memilih yang terbaik. Ada suatu saat dimana kita berbuat kesalahan. dan hidup dalam kenangan penuh penyesalan. Tapi saat ini, kita tidak ingin melepaskannya lagi…
Cerita tentang empat orang sahabat yang menemukan cinta, mencoba mencari diri sendiri dan mengenal arti persahabatan yang sesungguhnya.

 | Category: | Books | | Genre: | Nonfiction | | Author: | MPers Indonesia |
Membaca buku ini, seperti meneguk coffee latte di Segafredo. Harumnya membuat nyaman, cukup kental namun tidak terlalu menyengat, tambahan susu dan creamernya pas, sehingga membuat rasanya saling melengkapi. Tempatnya bukan tempat yang akan saya singgahi dengan mudah (seperti starbucks yg kapan saja di mana saja untuk segala suasana) meskipun sering sekali saya lewati, namun begitu menyinggahinya saya juga tidak akan beranjak dengan mudah. Sebuah kafe yang dapat membuat saya merasa nyaman dalam keterasingan yang ada, dan memaknai keberadaan saya hari itu. Begitu juga rasanya menulis dan menjadi bagian dari buku ini. Berbeda dengan chicken soup for the soul, yang hampir dapat dipastikan selalu mengharukan, cerita - cerita di buku ini ada yang lucu, ada yang sederhana, ada yang mengherankan, dan tentunya mengharukan. Kisah - kisah di dalamnya terasa dekat di hati, namun tidak menohok. Membacanya sampai habis membutuhkan waktu 2 hari. Saya memang memilih untuk tidak membacanya sekaligus, dan itu ternyata cukup menyenangkan karena membuat saya memiliki kesempatan untuk benar - benar memikirkan makna kisahnya. Overall, sebuah buku yang bagus (dengan kisah - kisah yang bermakna dari kejadian nyata), dengan tujuan yang bagus (saling berbagi dan mempererat silaturahmi), dan ditujukan untuk sesuatu yang bagus (hasilnya ditujukan untuk bakti sosial). 5 bintang. -------------------------------------------------------------------------------------- Tulisan saya di buku ini, merupakan karya pertama yang diterbitkan, sekaligus cita - cita kecil yang akhirnya tersampaikan. Menerbitkan tulisan tentang sahabat - sahabat saya yang luar biasa dan tentang makna persahabatan kami, bagi saya, yang amat berarti. Jujur saja, membaca semua kisah yang ada, saya sempat merasa tulisan saya tidak ada apa - apanya. Sempat juga sedikit ragu untuk memberikan buku ini kepada sahabat - sahabat saya tersebut. Bukan karena tidak yakin mereka akan menerimanya dengan senang hati, namun karena tidak yakin apa yang saya rasakan bisa tersampaikan dengan baik. Namun hari ini saya membaca review Seno yang baru saja saya kenal (terima kasih ya, Seno), dan keraguan saya sedikit terhapus. :) Apapun dan bagaimanapun mereka memaknainya, saya percayakan pada tulisan itu untuk menyampaikannya. :) PS: Persahabatan adalah saat ketidaksempurnaan bukanlah masalah, bersikap apa adanya itu tidak apa - apa, dan mengakui kelemahan itu dapat diterima. Kesejatian adalah kemampuan untuk menghargai itu semua secara berulang dan terus - menerus tanpa kenal lelah untuk memperbaiki dan melengkapinya. :) Thx for that 5Nat. 
 Hotelnya memang sebagus gambar di situs resminya. Pertama masuk langsung terasa sekali feel 'resort' nya. Dengan ceiling yang tinggi di bagian lobby, plus restaurant dan bar dengan dekorasi minimalis dan pilihan material dari batu, saya langsung betul - betul merasa sudah di Bali. Begitu sampai, dan selesai mengisi beberapa form, kami langsung diantar ke kamar. Kebetulan kamar kami berada di lantai dua, di bangunan sebelah kanan. Tangga terletak di tengah - tengah bangunan, dan ada dua kamar di setiap sisi kanan dan kirinya. Kamar kami terletak di bagian kanan paling ujung. Setiap kamar mendapatkan balkon dengan dua tempat duduk sofa dan meja kecil dengan lilin di bagian tengah meja. Kebetulan hari sudah malam ketika kami sampai di sana. Jadi suasananya terlihat sangat romantis, dengan lilin - lilin di setiap balkon kamar dan redup cahaya dari dalam kamar. Pintu kamarnya ternyata merupakan pintu kaca, jadi memang terlihat dari luar meskipun ada tirai putih tipis tembus pandang di antara kaca tersebut. Namun di bagian dalam disediakan lagi tirai tebal yang tidak tembus pandang sebagai lapis kedua penutup pintu tersebut. Kalau tirai di bagian dalam tidak ditutup, kamarnya betul - betul terlihat romantis dari luar.  Fasilitas kamarnya standar, sebagaimana terlihat di foto, dengan dua single bed atau satu double bed, meja rias, lemari pakaian, TV dan kulkas, serta bed side table. Saya sangat menyukai layoutnya dengan kamar - kamar yang saling berhadap - hadapan ke arah pool, serta balkonnya dan tempat duduk di bagian depan. Saya juga menyukai kesan romantisnya, dan terutama suasananya yang sangat tenang. Intinya dari property-nya sendiri sudah sangat menyenangkan. Namun bagi saya, masalahnya adalah di pelayanan dan fasilitasnya. Hotel ini betul - betul hotel, dalam artian, saya benar - benar merasa berada di hotel dan bukan di rumah. Hanya satu orang pelayannya yang saya lihat betul - betul mengutamakan kenyamanan tamu dan bersikap ramah dengan terlihat tulus. Sisanya seperti terlihat ramah, tetapi kurang tulus. Mereka harus dimintai tolong membawakan dan mengambil barang, baru mereka melakukannya. Padahal biasanya dan seharusnya, mereka sudah langsung inisiatif untuk membawakan barang bahkan sebelum diminta. Kemudian ada seorang karyawannya yang masuk ke kamar tidur kami tanpa membuka sepatunya, dan bahkan saya sempat melihatnya menendang - nendang handuk dengan sepatunya itu saat membereskan kamar sebelah. Saya tidak termasuk mereka yang sangat freak dengan kebersihan, tapi saya rasa wajar apabila setiap pegawai hotel yang masuk melepas sepatu yang dikenakan dari luar ke dalam kamar. Terlebih lagi di dalam kamar itu tidak disediakan sendal untuk tamu. Ini juga yang membuat saya heran, kok bisa tidak ada sendal kamar ya? Padahal hotel melati saja punya sendal kamar. Dan saya rasa wajar juga saya berharap untuk melihat para pelayannya memperlakukan barang - barang yang akan kami gunakan dengan sistem kebersihan yang standar seperti mengangkat handuk kotor dengan tangan dan bukan di tendang - tendang dengan kaki ke bawah tangga. Meskipun handuk kotor, terbayang kan kalau salah satunya mungkin adalah handuk yang akan kita kenakan? Kemudian untuk breakfast nya, saya tidak mengerti mengapa hotel sekaliber itu dengan harga yang tidak murah untuk kelasnya, hanya menyediakan continental breakfast yang terdiri dari semangkuk kecil buah campur, segelas kecil teh atau kopi dan jus buah, dan dua buah pilihan roti. Benar - benar hanya itu saja.. SETIAP HARI. Bisa terbayang kan bagaimana rasanya tinggal di sana selama sepuluh hari dengan menu makan pagi yang sama? Yang ada kami akhirnya hanya menggunakan jatah makan pagi kami sebanyak 3 kali dan sisanya kami memilih makan di luar. Yang juga amat sangat mengganggu saya adalah, di hotel ini tidak ada sistem pembayaran dengan debit. Aneh dan gila sekali menurut saya. Bagaimana bisa di sebuah hotel tidak ada sistem debit? Mereka hanya menyediakan credit card. Dan karena masalah ini, kami sempat berargumen dengan pihak resepsionis yang tidak membantu sama sekali. Dan yang paling kacau dari semuanya adalah pada saat pembayaran. Karena hotel ini menggunakan USD, maka harga hotel di convert berdasarkan harga saat check in atau anda bisa membayar full di depan saat memesan dan akan digunakan rate tersebut. Peraturan tersebut sudah ada di surat pemesanan, namun si resepsionis malah bersikukuh kalau rate yang digunakan adalah rate checkout, sampai saya menunjukkan kertas perjanjian tersebut. Setelah melihat kertas tersebut, dia mengatakan bahwa rate yang diberikan sudah rate check in, dan saya check nilai tukarnya berbeda jauh. Yang konyol, setelah saya tunjukkan ratenya berbeda jauh bahkan dari nilai tukar check out, dia masih bersikeras kalau itu ratenya sudah diambil yang murah. Betul - betul membuat emosi. Tapi saya malas untuk berdebat dan saya hanya menunjukkan angka perhitungan yang muncul di kalkulator sambil berkata: "Hitung yang bener deh, mbak. Bisa hitung atau enggak? Nih ada kalkulator." Setelah menyadari kesalahannya, jangankan minta maaf, bahkan pemrosesan penghitungan ulang bill pun berjalan sangat lambat. Bahkan dia meminta untuk tidak mengeprint ulang karena kalau di print ulang akan lama, dan perhitungan diselesaikan dengan catatan pen biasa. Konyol sekali. Karena kami sedang cukup buru - buru saat itu, akhirnya kami setujui saja. Tapi betul - betul menyebalkan, karena kami sebetulnya berniat membayar malam hari sebelum check out, namun kata orangnya lebih baik pagi hari saat check out saja, karena sistem pembayarannya hanya sebentar. Konyol dan sangat tidak profesional, dan ya seperti yang saya bilang di awal, pelayanannya buruk dan tidak tulus. Tidak customer- oriented. Mungkin kesalahannya terletak pada sistem penanganan dan pelatihan HRD nya yang buruk. Dan mungkin masalah - masalah seperti yang saya alami tidak terjadi setiap hari, tapi tetap saja cukup mengganggu dan menyebalkan. Untuk fair nya, hotel ini dari segi property sangat bagus, bahkan cocok sekali untuk yang sedang honeymoon. Namun jangan terlalu berharap dari segi pelayanan. Price: USD 75/night (Long stay discount) Overall : 2 bintang saja cukup. Courtyard Hotel & Apartment - Bali Jl. Werkudara No. 14 (ex. Pura Bagus Taruna), Legian – Kuta, Bali – INDONESIA Phone or Fax: +62-361-750242, E-mail: reservation@courtyard-bali.com
| Category: | Restaurants | | Cuisine: | Desserts | | Location: | EX |
Nyobain Death by Chocolate bareng Margie and Jie and co gue di EX. Ceritanya abis jalan - jalan and muter - muter, trus iseng pengen makan dessert, so diputuskanlah untuk nyoba ini. Kita mesen Ebony & Ivory dan Strawberry Waffle (Lupa nama aslinya). Dari penampilannya cukup menggoda. At least kelihatan kalau garnish nya dan final touch nya niat banget. Penyajiannya juga enggak lama. Ebony & Ivory Chocolate cake dilapisi chocolate mousse, vanilla mousse, dan chocolate layer. Disajikan dengan saus coklat dan vanilla. Sewaktu dimakan, ada rasa dan wangi orange, tapi saya tidak tahu apakah berupa orange sauce, orange filling, atau sekedar orange jelly. Yang pasti ada orange di bahannya. Menurut saya, cakenya kurang empuk dan moussenya kurang terasa. Dari segi coklatnya pun kurang 'nendang'. Hampir seperti kue coklat biasa yang dibeli di toko lainnya. Tidak terlihat bahwa kue ini berasal dari cake shop ataupun dessert shop yang seharusnya memiliki keahlian di bidangnya. Strawberry Waffle Saya dan Margie setuju kalau strawberrynya sama sekali tidak fresh, 'benyek' dan tidak menggugah. Wafflenya juga standar saja tidak ada kelebihan baik dari segi keempukan ataupun garink dan lainnya seperti waffle pada umumnya. Ice creamnya pun standar dan selai strawberrynya juga biasa saja. Dari segi tempat, namanya di mall ya pasti cukup nyaman ya, walaupun saya pribadi tidak terlalu suka EX, tapi cukup ok. Dari segi harga yang cukup parah. Harganya tidak sebanding dengan kualitas makanan dan rasa. Jadi menurut saya harganya mahal. Overall, cukup 2 bintang untuk tempat dan ke-niat-an mereka untuk mengubah 'casing' dari apa - apa yang biasa. Pilihan pribadi:Untuk chocolate cake saya lebih memilih cake dari Secret Recipe atau kalau ingin hot chocolate melted cake, bisa coba California Pizza Kitchen dengan hot chocolate browniesnya yg cukup besar, hangat, fluffy, dan disajikan dengan ice cream vanilla dari Haagen Daz. Untuk Waffle, saya lebih memilih Gelare, Texas, atau A&W. Pengganti Waffle bisa juga pancake, dan khusus pancake pilihan saya adalah pancake New Zealand.
 Terakhir kali saya pakai produk Revlon, sepertinya sudah sangat lama sekali. Seingat saya, produk terakhir yang saya beli adalah blush on dan eyebrow pencil.
Sebetulnya tidak ada alasan yang khusus kenapa saya tidak pernah lagi membeli produk Revlon, melainkan hanya karena saya beralih pada brand lain yang lebih cocok ke kulit saya.
Lalu malam tadi, sewaktu menemani sahabat saya berbelanja di Senayan City, dia mampir ke stand Revlon. Dan ternyata dia adalah salah satu penggemar produk Revlon. Jadilah kami berhenti di sana dan dia mulai memilih - milih produk yang akan dibelinya.
Saya yang sedang menunggu, iseng - iseng membuka tutup botol parfum yang tersedia di atas meja. Saya coba satu - persatu, sampai akhirnya saya mencoba yang ketiga, Love Her Madly, dan saya tercengang dengan harumnya.
Itu harum yang saya cari - cari sejak SMP! Waktu itu saya mengenakan parfum dengan harum yang mirip seperti itu. Berasal dari parfum Avon yang diberikan oleh sahabat saya yang sama, sebagai oleh - oleh dari US. Sudah sejak lama, parfum itu tidak di produksi lagi oleh Avon, dan saya kehilangan harum seperti itu.
Begitu selesai mencium wanginya, saya langsung menyodorkannya pada sahabat saya itu, sambil berkata, "Eh! Ini kan wangi yang kita cari - cari!" Dan dia juga tercengang saat menciumnya. Akhir kata, kami membeli dua botol parfum ini beserta produk lainnya (saya review setelah ini).
Penasaran harumnya seperti apa?
"This fragrance has a harmonious floral symphony that is dominated by the stylish presence of rose and lilac. It is enveloped in a soft, powdery note that washes over your emotions and lingers in your memory as a fragrance never to be forgotten."
Itu yang tertulis di bungkus parfumnya, dan mereka menggambarkannya dengan amat sangat baik dan tepat. Harumnya itu powdery, seperti bedak baby, dan tidak akan bisa dilupakan (buktinya kami mengingatnya selama lebih dari 11 tahun!) Sangat lembut, sedikit manis, tapi yang pasti menimbulkan perasaan nyaman dan hangat.
Yang paling menyenangkan dari parfum ini adalah semakin lama kita memakainya, harumnya menjadi semakin lembut dan alami. Seperti tidak mengenakan parfum melainkan mengenakan bedak sehabis mandi, dan itu menjadi wangi alami tubuh.
Setelah disemprotkan pertama kali, sampai kami pulang, sekitar 5 jam-an, wanginya masih menetap, tidak berkurang, tidak bertambah. Tetap lembut dan menenangkan.
Seperti yang dituliskan di kotaknya juga,
"She turns heads, makes you smile and carries an air of sophistication, style and charm like no other. It's the little things she does that remind you how feminine a woman can be and it's the shy glances at a friend that touch the heart of all who close to her. There is something about her that you just can't quite put your finger on...But you just can't help but LOVE HER MADLY!"
Dan lagi - lagi, itu benar. Dengan harum yang menyenangkan, dan harga yang super - super murah (Revlon sedang promo disc 30% untuk produk tertentu, termasuk parfum ini), You can't help but Love It Madly. Sepertinya saya akan semakin sering berkunjung ke counter Revlon.
Love Her Madly EDT 50ml Rp 220.000 (Normal Price)
TIPS: Saat berjalan - jalan dan melewati counter Revlon, coba saja semprotkan sedikit ke pergelangan tangan bagian dalam anda. Kemudian tinggalkan counternya dan rasakan lagi wanginya setelah beberapa saat. Setiap parfum akan tercium berbeda harumnya di tubuh orang yg berbeda, karena parfum cenderung berbaur dengan keringat dan suhu tubuh si pemakai. Setelah yakin, barulah memutuskan akan membelinya atau tidak. 
 Wina pernah membahas tentang concealer, gunanya, dan cara pemakaiannya.Di artikel tersebut, saya sempat menyebutkan beberapa concealer yang pernah saya gunakan. Concealer dari Shiseido ini adalah salah satu yang menjadi produk favorit saya. Dibandingkan dengan produk concealer lainnya, produk dari Shiseido ini cukup mahal harganya. Saat concealer lainnya kisaran harganya dari Rp 45.000 – Rp 220.000, harga concealer Shiseido ini adalah Rp 300.000. Ukurannya juga tidak besar, bahkan cenderung kecil dan tipis, dengan besar packaging seperti lipstick, dan bagian dalam lingkaran concealer kurang dari 1cm, dapat dikatakan lebih sedikit dari concealer produk lainnya. Namun concealer ini menjadi begitu mahal tentu ada sebabnya. Dan untungnya produk Shiseido memang bukan jenis produk yang hanya mengandalkan nama besar dan packaging bagus, melainkan produknya sendiri memang berkualitas. Concealernya memiliki konsistensi yang sangat tinggi. Bentuknya berupa stick yang sedikit creamy saat digunakan. Sangat mudah dibaurkan dengan warna kulit asli, bahkan apabila area pemakaian tidak terlalu besar, hanya dengan dua kali tap saja maka noda hitam di wajah akan langsung terlihat seperti warna kulit alami tanpa perlu dibaurkan. Yang paling menyenangkan dari concealer ini adalah kemampuannya untuk dibaurkan dengan bedak dan ketahanannya selama lebih dari 8 jam. Tidak membuat wajah dan kulit jadi kering, namun juga tidak menciptakan kelebihan minyak di jaringan kulit yang hitam atau memiliki scar tersebut. Biasanya saya menggunakan concealer hanya pada saat saya akan menghadiri acara resmi atau pertemuan penting (selain saya sedikit malas berdandan berat untuk acara biasa, pada dasarnya concealer juga memiliki kecenderungan menyumbat pori – pori kulit yang lebih besar dibanding bedak dan foundation karena tingkat konsistensinya yang sangat tinggi), karenanya seringkali kebutuhannya mendadak. Concealer Shiseido ini sangat ringan dan mudah untuk dibawa, terutama untuk touch up pack, ataupun untuk travelling. Secara keseluruhan, harga dan kualitasnya memang sangat sebanding dan worth untuk dibeli. Brand: Shiseido Product: Concealer Price: Rp 300.000 Related Article: The magic of concealerTips Memilih dan Menggunakan MascaraMavala Waterproof Mascara
 | Category: | Computers & Electronics | | Product Type: | Computers | | Manufacturer: | Asus |
Di sini saya tidak akan membahas tentang spesifikasi. Saya hanya akan membahas tentang apa yang saya rasakan berdasarkan pengalaman saya pribadi. ---------------------------------------------------------- Awalnya saya mengetahui tentang Asus EEE PC dari Mas Tomi, namun berdasarkan kabar terakhir yang saya terima waktu itu, produk masih inden dan belum tahu kapan akan masuk ke Indonesia. Lalu sewaktu berjalan - jalan di EX, saya melihat ada beberapa UMPC sedang dipajang. UMPC (Ultra Mobile Personal Computer) sebetulnya bukan barang baru di dunia komputer. Sejak beberapa waktu yg lalu, beberapa brand seperti SONY, RAON, OQO, Samsung, dan beberapa brand lainnya sudah mengeluarkan UMPC, namun dengan harga yang cukup tinggi dan hampir menyamai apabila tidak melampaui harga laptop pada umumnya. Hal ini tentu membuat orang - orang yang ingin membeli UMPC berpikir dua kali. Istilahnya daripada beli UMPC, lebih baik beli Fujitsu yg ukuran kecil, ataupun beli Flybook sekalian. Namun dengan adanya program OLPC (One Laptop Per Child), di mana laptop - laptop berukuran kecil (sekitar 7 inci kira2) dengan kemampuan yang menyamai laptop pada umumnya, membuat beberapa perusahaan komputer lainnya ikut berlomba - lomba membuat laptop sejenis. Intel dengan Classmate dan Asus dengan EEE PC adalah contohnya. Menggunakan laptop berukuran kecil, tentunya memiliki resiko yang sebanding. Yang pertama pastinya adalah cara mengetik. Saya yakin saat kita membeli laptop yang kita inginkan adalah kemudahan untuk mengetik ataupun menuliskan apa yang kita inginkan, karena apabila hanya untuk membuka - buka dokumen, maka saya rasa PDA ataupun smartphone juga sudah cukup. Hal kedua yang dicermati tentunya spesifikasi, proses loading dan proses kerja laptop tersebut, dan berat produk. Sebelum memutuskan untuk membeli Asus EEE PC ini, saya sudah mencoba beberapa produk lainnya seperti: OQO 01+ yang awalnya menarik perhatian saya karena layarnya yg lebar dan bentuk slidingnya yg menawan. Tapi setelah dicoba, ternyata letak tombol - tombolnya terlalu jauh jaraknya, sehingga apabila ingin mengetik dengan qwerty boardnya, saya harus memindahkan letak tangan ke bagian tengah, agar tombol - tombol di bagian tengah mesin, bisa terketik. Usut punya usut, ternyata OQO memang merupakan produk US, di mana produk tersebut mungkin mengikuti kontur tangan mereka, sehingga terlalu besar untuk orang Asia. Intinya, tangan saya terlalu kecil untuk mengetik full dengan dua jempol. Jadi produk ini langsung tereliminasi. RAON Digital VegaTerlalu berat dan tebal di tangan saya, meskipun ukurannya sebetulnya cukup kecil. Ditambah lagi tidak ada qwerty dan adanya hanya di layar berupa touch screen. Saya tidak menyukainya, karena akan memperlambat kerja saya. Jadi, yang inipun tereliminasi. RAON Digital EverunSebetulnya yang ini cukup memenuhi semua yang saya inginkan, kecuali qwertynya yang ternyata juga cukup besar dan sedikit sulit untuk dioperasikan dengan tangan saya. Jadi mau tidak mau, produk ini juga tereliminasi. Sebetulnya cukup sayang, karena dari semua UMPC yang pernah saya coba, yg ini cukup enak dipakai dan cukup fleksible, juga lengkap dengan fitur yang dibutuhkan. KohjinsaProduk ini juga sangat menarik bagi saya, tapi sayang sekali akurasi tuts nya sangat buruk. Seringkali huruf yang saya ketik tidak muncul, dan harus ditekan dengan lebih kuat. Selain itu penekanan terletak pada posisi yang tidak berada pada tempat penekanan jari, sehingga menyulitkan saya dalam penggunaannya. Untuk touch screen nya juga tidak akurat untuk penempatan point mousenya, sehingga sedikit menyulitkan dan memperlambat proses pengerjaan. Karenanya terpaksa produk ini juga tereliminasi. Karena tidak mendapatkan apa yang saya cari, saya menunggu datangnya Asus EEE PC yang dijadwalkan akan tiba beberapa hari kemudian. Pagi2 saya sudah di SMS dan diberitahu bahwa produk sudah ada di toko. Saya juga diberitahu bahwa waiting list sudah sangat banyak, dan saya memang sudah melihat list nama yang menunggu Asus tersebut. Karena itu siangnya saya sempatkan mampir ke EX untuk melihat produk yang ada. Tidak sampai 10 jam, produk sudah tinggal 3, warnanya hitam semua. Saya langsung meminta untuk di test run, dan hasilnya memuaskan. Saya langsung mengambilnya hari itu juga. Asus EEE PCPertama tentu bodynya yang kecil, hanya 7 inci saja, dan berat kurang dari 1 kg, sangat - sangat bersahabat dengan tas - tas tangan saya. Tidak perlu bawa dua tas, cukup satu tas saja dan semua sudah muat di sana. Beratnya pun tidak terasa. Bahkan berat Asus ini dibandingkan berat isi tas saya, bisa dikatakan tidak ada apa - apanya. Tambahan Asus di tas saya tidak banyak berarti. Keyboardnya sudah tentu enak dan nyaman. Saya test mengetik berbagai artikel dan sampai sekarang masih terus saya gunakan, tidak ada masalah sama sekali. Letak tuts yang kecil tidak terlalu menggangu dan saya cepat terbiasa, kemudian letak penekanan juga pas dengan penekanan jari, sehingga tidak menghambat kecepatan mengetik. Untuk sebagian orang yang memiliki ukuran jari cukup besar, dan terutamanya para pria, mungkin akan mengalami sedikit kesulitan dengan ukuran tuts ini. Tapi para wanita dan anak - anak dijamin akan puas dan baik - baik saja dengan ukuran tuts tersebut. Kecepatan boot, re-boot, dan shut down sangat cepat. Saya hampir tidak percaya dengan kecepatannya, karena berdasarkan spek yang saya lihat, seharusnya tidak secepat itu menurut saya. Dan itu sangat menyenangkan. Proses loading saat membuka program juga sangat cepat. Bagi yang sudah terbiasa menggunakan linux, open office, pidgin, firefox, dan beberapa program open source lainnya, tentu tidak ada masalah yg berarti. Bagi yg belum pernah memakainya, jangan takut, proses membiasakan dirinya hanya memakan waktu 1-2 hari saja. Semuanya sangat mudah kok. Tampilan layout juga sangat simple, dibuat seperti explorer, di mana setiap program di taruh di setiap tab yang berbeda, berupa ikon yang cukup besar dan mudah di klik. Semua sudah tersedia lengkap, dan hanya perlu satu sampai dua kali klik untuk menuju setiap program yang diinginkan. Betul - betul ditujukan untuk kemudahan akses bagi anak - anak. Saya terpikirkan untuk menggunakan laptop ini untuk mengajarkan penggunaan email dan teknologi komputer pada para lansia yang mengaku gaptek. :D Hehehe.... tentu amat mudah bagi mereka, karena mereka hanya perlu mengingat ikon2 yang dibutuhkan dan membuka dengan sekali klik saja. Saya juga sudah mencoba kamera dan videonya. Standar lah, tidak terlalu bagus, juga tidak terlalu jelek. Bagi saya sudah sangat cukup, karena saya juga akan sangat jarang memakainya karena saya lebih banyak menggunakan kamera biasa dan jarang mengadakan video conference ataupun video chat. Yang cukup mengagetkan justru kualitas suaranya. Tidak disangka speakernya cukup keras, dan kualitas suara di volume terbesar pun masih sangat bagus (Untuk lagu2 denga kualitas CD tentunya). Menyenangkan. Yang juga melegakan adalah adanya tiga port USB pada laptop ini. Dengan semua serba eksternal dan kapasitas yang kecil, penggunaan USB akan amat sangat maksimal, dan dengan adanya tiga port ini sangat membantu dan mempermudah proses penggunaan. Layarnya sangat cerah, warnanya juga kuat, tampilan sangat ok bahkan saat berhadapan dengan sinar matahari. Baterai tahan sekitar 3-4 jam, tergantung pemakaian. Dan hebatnya laptop ini tidak panas. Ada sedikit panas, tetapi dapat dikatakan tidak panas untuk ukuran laptop kecil apabila dibandingkan dengan laptop kecil ataupun laptop besar lainnya. Bahkan dibandingkan dengan Macbook dan Twinhead pun jauh lebih sejuk, terutama di bagian telapak tangannya. Sudah ada WiFi, namun sayangnya tidak ada built in bluetooth. Sejak membelinya, Asus EEE ini hampir setiap hari saya bawa di tas tangan saya. Produk ini amat sangat bagus dan sangat direkomendasikan, terutama bagi anda yang membutuhkan UMPC untuk mengetik, presentasi sederhana, dan online ataupun bekerja secara mobile. Namun bagi anda yang banyak bergerak di bidang desain ataupun membutuhkan laptop dengan spesifikasi tinggi dan banyak tampilan grafik berukuran besar, Asus EEE ini tentunya tidak akan cocok bagi anda. Body warna hitam jauh lebih kokoh dan lebih tahan banting dibandingkan body berwarna putih, namun di toko yang saya beli, harga yang hitam memang lebih mahal dari yg putih. Overall: 5 bintang! Spek: * Display: 7" * Processor: Intel mobile CPU (Intel 910 chipset, 900MHz Dothan Pentium M) * Memory: 512MB RAM * OS: Linux (Asus customized flavor) * Storage: 4GB, 8GB or 16GB flash hard drive * Webcam: 300K pixel video camera * Battery life: 3 hours using 4-cell battery * Weight: 2lbs * Dimensions: 8.9 in x 6.5 in x 0.82 in - 1.37 in (width x depth x thickness) * Ports: 3 USB ports, 1 VGA out, SD card reader, modem, Ethernet, headphone out, microphone in Untuk review spek lengkap, silahkan KLIK DI SINI
 Untuk manusia kota yang jarang bersentuhan dengan binatang dan alam seperti saya, berjalan - jalan di Bali Bird Park sangatlah menyenangkan. Sesuai namanya, Bali Bird Park merupakan taman burung terbesar dan terbaik yang ada di Indonesia, berisi hampir 1000 jenis burung dari 250 spesies yang berbeda, yang berasal dari Indonesia, Afrika, dan Amerika. Begitu banyak jenisnya, mulai dari Scarlet Macaw (kakak tua berwarna - warni) dan Nuri yang cukup dikenal, sampai elang berkepala putih, Flaminggo, White Swan, Chattering Lorri, Black Palm Cockatoo, dan banyak jenis burung yang baru pertama kali saya lihat dalam hidup saya. Yang paling menyenangkan adalah, ada banyak burung yang dilepas begitu saja, meski sebagian besar dikandangi. Begitu masuk kita akan disambut dengan kakak tua berwarna - warni dan nuri yang terbang bebas. Kita juga bisa memotret merak putih dan merak hijau dari dekat. Jadi terasa betul - betul berbaur dengan alam. Di sana juga ada banyak acara yang bisa anda ikuti, misalnya waktu memberi makan burung (Interactive Feeding Time), yaitu pkl 11.00 dan pukul 13.00 siang, di mana kita bisa memberikan makanan kepada burung - burung yang ada, sekaligus menyaksikan pertunjukan akrobat yang dilakukan burung - burung tersebut. Ada juga Guyu - Guyu Corner, di mana kita bisa memberi makan burung - burung exotic dari jarak dekat, kemudian ada Free Flight Bird Show yang menampilkan Eagles (elang), Owl (burung hantu), Macaws (kakak tua), dan burung - burung lainnya yang dapat terbang bebas di udara tanpa di kandangi. Di sana juga ada kandang - kandang besar yang berisi banyak jenis burung menjadi satu, hampir seperti hutan kecil, di mana kita bisa jalan melalui jalan setapak dan masuk ke area - area tertentu itu. Kami sibuk memotret sini, memotret sana, berkomentar tentang warna dan suara burung - burung tersebut. Lucu dan menyenangkan sekali rasanya. Ada beberapa burung yang kami kira hanya ada di film - film kartun walt disney saja, ternyata sungguh - sungguh ada. Elang berkepala putih yang kami kira begitu perkasa ternyata sewaktu bersuara....seperti suara kambing yang cempreng. Hahahaha..... Setelah lelah, kita bisa duduk - duduk di pinggir danau, ataupun di Bali Bird Park Restaurant sambil minum jus maupun memesan makanan. Di sana juga ada Merchandise Store, di mana kita bisa membeli kenang - kenangan dari Bali Bird Park, baik berupa kaos, gantungan kunci, patung, boneka, CD lagu, dan lainnya. Oya, di tengah - tengah perjalanan di antara taman itu, anda akan menemukan satu pondokan tempat pelukis di sana menjual koleksi lukisan burung - burung yang ada di sana. Lukisannya bagus - bagus dan sangat hidup. Cocok sekali untuk kenang - kenangan, oleh - oleh, maupun untuk interior rumah. Yang paling bagus menurut saya justru adalah lukisan cat airnya di sehelai karton yang diberi bingkai, karena cukup mudah di bawa - bawa dan harganya juga lebih murah dibandingkan lukisan cat minyak. Di sana kita juga bisa berfoto dengan burung, khusus di photo station. Kalau anda membawa kamera sendiri, anda bisa berfoto dengan burung - burung yang ada, seperti nuri, scarlet macaw, dll tanpa dipungut bayaran. Bisa foto dengan 2 sampai 3 burung sekaligus lho. Hehehe...menyenangkan! Kalau anda ke Bali, pastikan mampir ke Bali Bird Park ini. Oya, sebelah Bali Bird Park sebetulnya ada Reptil Park, tapi karena kami tidak suka reptil, maka kami tidak mengunjunginya. Hehehe...:) Have fun!! LIHAT FOTO LAINNYA DI SINIHarga tiket: Dewasa Rp 59.400 Anak - anak Rp 29.700 Mereka menerima pembayaran dengan Credit Card. More Info:Bali Bird Park Jl. Serma Cok Ngurah Gambir Singapadu, Batubulan Gianyar - Bali Phone: +62-361-299 352 Fax: +62-361-299 614 Web: www.bali-bird-park.com
| Category: | Restaurants | | Cuisine: | Other | | Location: | Jl.Yudistira No.2, Denpasar - Bali |
Jangan salah, meskipun namanya warung, bentuknya bukan warung emperan yang tendaan, melainkan seperti rumah makan sederhana. Bersih, cukup luas, ber-AC, dan nyaman untuk makan.
Makanan khasnya adalah Nasi Campur khas Bali. Berupa nasi putih dengan sayur kacang panjang cah bawang, sate ikan dan sate daging, dendeng, telur asin, dan ayam suwir pedas. Rasanya? Enak!
Dendengnya terasa pedas manis, tapi tidak keras meski kering dan renyah. Sate daging dan ayam suwirnya pun terasa meresap sekali bumbunya. Semuanya betul - betul pas. Lezat. Dan harganya murah sekali, hanya Rp17.500 / porsi. Hebat!
Kami sampai menambah dan membungkus dendengnya untuk dibawa pulang ke rumah. Tapi belum sampai rumah dendengnya sudah tinggal 1/4 porsinya saja. Huhuhuhu.....
Sebetulnya ada menu lainnya di sini, seperti gado - gado, soto ayam, soto babad, dan nasi kare. Tapi saya sarankan, pesan nasi campurnya. Itu yg paling terkenal.
Selama makan, restoran ini tidak pernah sampai full, tapi tamunya selalu mengalir terus tidak berhenti. Satu keluar satu masuk. Begitu terus. Ruangannya sendiri cukup panjang dan besar, jadi bisa menampung cukup banyak tamu. Banyak tamu dari Jakarta yang makan di sini juga.
Overall 5 bintang!
More Info: Warung Wardani Jl.Yudistira No.2, Denpasar - Bali Telp: 0361-224 398
 | Category: | Restaurants | | Cuisine: | International | | Location: | Kuta - Bali |
esc ini dikatakan sebagai food station, karena bentuk menu yang ditawarkannya memang seperti menggabungkan berbagai divisi dan jenis menjadi satu. Ada esc untuk makanan, esc bakery, esc juice and boost, esc cafe. Untuk jenis makanannya sendiri mulai dari breakfast sampai home made cookie ada di sini...dan yang terpenting adalah...semuanya enak! Karenanya resto ini menjadi salah satu resto fave kami di Bali. Terus terang saja kami bingung bukan kepalang, karena semua makanan yang disediakan di esc ini betul - betul hebat. L'Supremo PizzaPizza nya mengalahkan semua Pizza yang ada di Jakarta seperti Pizza Marzano, Izzi Pizza, apalagi Pizza Hut...dan termasuk juga pizza di resto - resto Italia model fine dining lainnya yang sudah pernah kami coba. Hebat sekali. Jenis pizza nya seperti Pizza di Lotus Grill, tapi bedanya pizza di sini menggunakan campuran goat cheese yang menjadikannya sangat harum dan terasa berbeda. Selain itu mereka sangat royal memberikan cheese dan isi pizzanya. Bayangkan saja, ketebalan cheese dan isinya, sama tebalnya dengan adonan pizza itu sendiri. Nyamm....sewaktu ditarik juga kejunya sangat lentur. Tanda bahwa banyak keju yang digunakan. Rasanya? Huahh.....enak berat!! Pizza fave kami! Harga: Rp 89.000 (large pan) Mushroom NeptuneIni adalah jamur yang dipanggang bersama keju dan bumbu lainnya. Modelnya seperti yang ada di Pizza Marzano tapi rasanya jauh mengalahkan yang menjadi andalan Pizza Marzano itu. Di esc, mereka menggunakan campuran goat cheese dengan mozarella dan bumbu lainnya hingga rasanya betul - betul gurih meresap bercampur dengan rasa jamurnya, sampai - sampai dari harumnya saja sudah sangat berbeda dan menggugah selera. Top berat. Harga: Rp 24.000/porsi Garlic Tiger PrawnUdangnya sangat segar, bercampur dengan bawang putih yang sangat harum..., lezat dan puas memakannya. Rasanya juga pas, tidak terlalu asin dan gurih. Harga: Rp 45.000/porsi Steak and Potato Meat PiePie dengan isi daging steak, jamur, dan saus yang rasanya super nikmat. Dagingnya juicy dan lembut, jamurnya terasa dan tercium harumnya, sausnya sedikit kental dan pas berpadu dengan kelembutan pie dan kentangnya. Top berat. Porsinya juga cukup besar. Saking sukanya, kami sampai memesan beberapa porsi. Harga: Rp 19.000/porsi Fettucini AlfredoAkhirnya adik saya yang menggilai cream dan keju bisa tertawa bahagia. Menurut dia ini fettucini alfredo terenak yang pernah dimakannya. Bahkan mengalahkan punyanya Happy Days yang selama ini menurut kami adalah juaranya. Menurut saya, saus alfredonya memang jempolan. Gurihnya pas, kekentalannya pas, rasanya pas, dan yang pasti pastanya sendiri juga diolah dengan baik. Jadi sewaktu semua bumbu, pasta, dan isinya dipadukan, hasilnya adalah hidangan yang segar dan nikmat. Harga: Rp 38.000/porsi Traditional English BreakfastBetul - betul English breakfast ala tradisional. Lengkap dengan kacang saus manis, telur dadar, bacon, kentang panggang, salad, dan roti gandum dua helai. Hasilnya? Kenyang banget! Rasanya semuanya enak, tapi tidak terlalu istimewa karena yah memang tidak menggunakan bumbu yang terlalu rumit. Khusus untuk bacon-nya mereka mengolahnya dengan benar, yaitu dengan direbus dahulu baru digoreng, karenanya hasilnya tetap renyah namun tidak keras karena kering. Cara masak yang bagus dan porsinya sangat besar, dan benar - benar mengenyangkan. :D Harga: Rp 35.000/porsi The Greek Kebab WrapYang ini pun rasanya mengalakan Doneer Kebab. Daging isinya sangat melimpah, dan harum grill nya sangat tercium. Lapisannya sangat tebal, sehingga porsi kebabnya pun melimpah. Enakkk...! Harga: Rp 35.000 California ClubBentuknya sandwich dari roti gandum dengan isi bertumpuk - tumpuk. Tiga lembar roti digunakan sebagai lapisan, dengan daging bacon, daging turkey, tomat, selada, smoked beef, telur dadar, sayuran, dan berbagai saus termasuk saus mustard. Betul - betul tebal. Bagi yang makannya sedikit, lebih baik sharing dengan yang lain. Saya sendiri hanya bisa makan satu tusuk, padahal ada 4 tusuk sandwich (satu kotak roti tiga tumpuk dibagi empat, dan saya hanya makan satu bagian saja). Sisanya masih ada tiga bagian yang dibungkus. Rasanya lezat, dagingnya semua segar dan juicy, begitu juga dengan rotinya yang tebalnya seperti roti tawar breadtalk. Worth sekali. Harga: Rp 45.000/porsi Double Cheddar Cheese BurgerYang ini top berat. Hot Shot dan Burger King kalah jauh, apalagi Mc.D dan sejenisnya. Dagingnya betul - betul empuk, harum grill nya juga sangat terasa, ukurannya sangat besar dan rasa dagingnya sendiri betul - betul menggigit. Kombinasi cheese, onion, garlic, dan 2 tumpuk daging yang besar, dengan tambahan sayuran dan saus, huahhhh......lezat! Kami sampai berebut makan yang ini. Sebetulnya saya yang memesan burger ini, tapi akhirnya karena besarnya, dan karena yang lain juga mau, dibagi - bagi dengan rata deh. Bayangkan besarnya, kalau semua ditumpuk jadi satu seperti di gambar, mulut saya bahkan tidak muat untuk menggigit bagian ujungnya saja. Harga: Rp 45.000/porsi French Fries & Potato SkinsPorsinya sangat besar. French friesnya diberikan satu keranjang penuh, begitu juga dengan potato skin nya. Rasanya gurih dan garingnya pas. French friesnya sih mengalahkan french friesnya Mc.D yang terkenal gurih itu, dan yang pasti potongannya besar - besar. Sedikit bingung juga bagaimana mereka membuat kentangnya renyah dengan ukuran yg besar itu. Harga: Rp 19.000 - French Fries , Rp 29.000 - Potato Skins Home Made Chocolate CookiesKami membawa pulang cookiesnya 12 bungkus. 1 bungkus berisi 4 potong. Dan di sana kami makan 4 bungkus lagi. Terbayang kan enaknya seperti apa? Satu kalimat saja, mengalahkan enaknya cookies Famous Amos. Nah.....mengerti kan sekarang? Harga: Rp 9.000/4pcs MINUMANMulti Mango, Banana Brain, Paradise PunchSemua smoothiesnya enak! Tinggal pilih ingin yg asam atau manis. Saya pribadi lebih suka paradise punch karena rasanya asam segar. Banana brain terlalu kental dan mengenyangkan menurut saya. Semuanya menggunakan buah asli dan tanpa gula. Sehat dan enak. Porsinya bisa pilih sesuka hati. Biasanya kami pilih M atau L untuk dibagi berdua. Bentuknya agak kental, jadi cukup mengenyangkan. Harga: Rp 35.000/gelas. Oreo Cookies and CreamYang ini rasanya standar sih. Enak tapi tidak terlalu istimewa seperti yang lainnya. Nah.....dengan semua itu, saya yakin anda juga penasaran dan bingung kan? Dengan burger yg mengalahkan hot shot dan burger king, dengan mushroom dan pizza yang mengalahkan restoran Itali macam izzi dan Marzano, dan dengan cookies yang mengalahkan famous amos,....kenapa mereka belum buka cabang di Jakarta sih???!!! Oya untuk tempatnya, sangat cozy. Terdiri dari empat lantai, di bagian lantai dasar adalah tempat juice, bakery dan untuk pick up atau delivery. Lt dua bentuknya cafe dan lounge dengan fasilitas free wi-fi. Di lantai tiga dan empat berupa open lounge dan bar untuk smoking area. Plus satu lagi....BUKA 24 JAM!! Overall 5 bintang!! More info:esc - urban food station Kuta - Bali lokasinya persis di terusan jalan dekat gapura eks bom bali 1. 0361- 751000 
| |